Lubuk Basung – Bantuan kemanusian bagi Wiwik Fransiska (37) warga Sikabu yang menderita sakit sejak 5 tahun silam terus berdatangan. Setelah sebelumnya terima bantuan sembako dari Pro-KP, IWO dan Pemuda Pancasila, kali ini Wiwik terima bantuan kursi roda dari Dinas Sosial Kabupaten Agam.

“Kami sengaja datang kesini, karena prihatin akan kondisi saudari Wiwik, kami ingin lihat langsung kondisi beliau,” ujar Kepala Dinas Sosial Agam, Rahmi Artati saat menyambangi kediaman Wiwik, Selasa (23/6).

Dikatakan Rahmi, selain melihat kondisi Wiwik, pihaknya juga memberikan sebuah kursi roda. Kursi roda tersebut diharapkan dapat mempermudah mobiltas Wiwik.

Selain itu, Dinas Sosial berserta Kecamatan Lubuk Basung juga menyerahkan satunan bagi Wiwik dan keluarga. Satunan yang diberikan berupa sembako.

“Semoga kursi roda ini, dapat membantu bagi Wiwik, dan sejumlah sembako dapat dimanfaatkan untuk sementara waktu ke depan,” ujarnya lagi.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam melalui Kepala Bagian Protokoler dan Komunikasi Pimpinan juga membezuk Wiwik. Pada kesempatan itu, dikatakan langkah cepat sebagai tahap awal, Pemkab Agam akan mengupayakan pengurusan administrasi kependudukan.

“Hari ini kami dari Pemkab Agam beserta pemerintahan kecamatan dan nagari menyambagi kediaman Wiwik, pertama untuk melihat kondisi beliau, kedua menyerahkan sedikit santunan,” ujar Kabag Protokoler dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Agam, Khasman Zaini, Senin (22/6).

Dijelaskan Khasman, saat ini Wiwik dan keluarga masih terdata sebagai warga Mesuji, Lampung. Untuk itu, agar bisa mendapat pelayanan maksimal di Kabupaten Agam, pihaknya akan mengupayakan pemindahan data kependudukan Wiwik dan keluarga.

“Nanti bisa dikoordinasikan dengan pihak kecamatan, yang penting perpindahan data harus disegarakan,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Wiwik Fransiska (37) merupakan salah seorang warga yang sudah 5 tahun melawan penyakit yang dideritanya. Berbagai pengobatan telah dijalani, namun kondisinya tak kunjung membaik. Bahkan, dalam satu tahun terakhir kondisinya makin memburuk. Wiwik hanya bisa terbaring lemah, sembari menunggu uluran tangan dermawan. (KP-Pit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here