Lubuk Basung – Bupati Agam, Dr. Indra Catri memastikan masyarakat yang terkena dampak ekonomi langsung wabah Covid-19, yang belum tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kabupaten Agam Tahun 2019 menerima bantuan pemerintah.

“Kami sudah sosialisasikan bagi warga yang tidak masuk dalam DTKS namun terkena dampak ekonomi langsung COVID-19 kita pastikan mendapatkan bantuan dari pemerintah,” ujar Dr. Indra Catri, Minggu (5/4).

Dikatakan, warga yang belum terdata di DTKS akan menerima bantuan setelah melakukan verifikasi dampak di tingkat nagari. Warga yang terkena dampak ekonomi langsung diharapkan mendata diri melalui wali jorong setempat.

“Yang belum terdata di DTKS belum bisa menerima bantuan pada kesempatan pertama (yang terdata di DTKS:red) pada hari Rabu kemarin,” tukasnya.

Asumsinya, lanjut bupati, pemerintahan di tingkat jorong dan nagari adalah perwakilan pemerintah daerah yang paling tahu kondisi dan alamat warganya yang terpapar dampak covid19 itu.

Dijelaskan, pihaknya telah menetapkan bahwa yang dapat menerima bantuan dimaksud antara lain adalah mereka yang kehilangan penghasilan atau menerima upah harian serta mempunyai pekerjaan harian satu jenis selain PNS/TNI/Polri/Karyawan BUMD/BUMN serta penerima program sembako.

“Warga yang memenuhi kriteria, selanjutnya diajukan Walinagari ke Dinas Sosial Kabupaten Agam dan seterusnya Dinas sosial akan menyalurkan bantuan beras sesuai ketentuan,” terang bupati.

Indra Catri juga menegaskan dalam kondisi siaga bencana saat ini, yang perlu dipastikan terlebih dulu adalah tersedianya beras yang cukup di rumah-rumah sebagian besar masyarakat kurang mampu. Pihaknya komit memutus mata rantai penyebaran Covid-18 dan tetap memastikan kebutuhan warga juga terpenuhi.

“Bergegaslah agar penyebaran dan dampak pendemik Covid-19 cepat diatasi. Mana yang bisa dikerjakan terlebih dahulu tolong segerakan tanpa harus menunggu yang lainnya rampung sempurna,” tuturnya.

“Pastikan masyarakat sehat dan bagi yang terpapar Covid-19 pastikan tertangani secara benar sesuai dengan protokol kesehatan. Setelah itu baru dicarikan sosusi masalah lainnya sesuai dengan urgensinya tanpa harus keluar dari koridor hukum yang berlaku,” tukasnya.

Ditambahkan Indra Catri, sesuai dengan tupoksi Gugus Tugas Nagari, pihak walinagari bersama-sama dengan jorong dan timnya diharapkan agar lebih proaktif menjaring warga mereka yang berhak mendapatkan bantuan.

“Ini mungkin akan memakan sedikit waktu namun bersabarlah. Pihak Nagari juga diharapkan agar lebih aktif menjaring bantuan dari banyak sumber termasuk para perantau. Kita juga sangat terbantu dan berterimakasih karna kenyataannya pada beberapa tempat mereka yang terpapar tiba-tiba kehilangan sumber pendapatan juga sudah ada yang menerima bantuan dari tetangga, pengurus masjid, para donatur, LSM, dan sanak saudara mereka,” terangnya. (KP-Pit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here