Baso – Warga nagari persiapan di Kabupaten Agam sangat berharap status nagari definitif segera diketuk palu. Warga yang selama ini jauh dari pusat pemerintahan nagari, berharap bisa lebih dekat mengurus semua keperluan yang menyangkut layanan publik.

Seperti yang diutarakan salah seorang tokoh masyarakat di Nagari Persiapan Koto Gadang dengan nagari induk Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Baso, A. Dt. Itam Nan Tuo ini misalnya.

Dia berharap, Nagari Koto Gadang yang kini masih berstatus nagari persiapan bisa segera didefenitifkan. Dikatakan, persyaratan administratif yang diperlukan untuk pengajuan nagari definitif sudah dipenuhi.

“Saya pribadi sudah mengikuti pertemuan tentang nagari persiapan ini sebanyak tiga kali. Semua bahan administrasi yang diperlukan sudah lengkap,” katanya, Kamis (14/10/2020).

Menurut A. Dt. Itam Nan Tuo, jika status definitif sudah dikantongi, pejabat dan perangkat nagari yang sudah terpilih dapat menjalani tugas dan fungsi sebagai pelayanan publik di nagari setempat secara maksimal.

Diungkapkannya, warga Nagari Persiapan Koto Gadang sangat mendambakan status defenitif demi lebih mudah mengakses pelayanan publik. Dia mengibaratkan harapan tersebut seperti seorang yang sedang sakit mendapatkan obat.

“Harapan kami selaku masyarakat, dengan telah dipenuhi segala persyaratan, mudah-mudahan bisa mempercepat Nagari Koto Gadang menjadi defenitif, sesuai dengan yang direncanakan dan diharapkan masyarakat,” ungkap A. Dt. Itam Nan Tuo.

Diketahui, 10 nagari yang berasal dari 7 nagari induk di Kabupaten Agam, tengah diajukan menjadi nagari definitif. Tahapan yang tengah berlangsung yakni pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) pembentukan 10 nagari persiapan menjadi definitif melalui rapat paripurna di DPRD Agam.

Rabu (13/10) kemarin, tahapan rapat paripurna DPRD Kabupaten Agam terkait pembacaan pendapat akhir fraksi terhadap Ranperda pembentukan 10 nagari definitif terpaksa ditunda karena anggota dewan yang hadir tidak memenuhi kuorum.

Menanggapi penundaan rapat paripurna tersebut, A. Dt. Itam Nan Tuo berharap akan ada penjadwalan kembali rapat paripurna dalam waktu dekat.

“Harapannya semoga ada jadwal ulang rapat dengan waktu jeda yang tidak lama,” harapnya.

Adapun 10 nagari persiapan yang tengah mengajukan status definitif antara lain, Nagari Salareh Aia Timur, Salareh Aia Barat dan Salareh Aia Utara pemekaran dari Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.

Kamang Tangah Anam Suku dan Pauh Kamang Mudiak dari Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek. Durian Kapeh Darussalam dari Nagari Tiku Utara, Kecamatan Tanjung Mutiara.

Sungai Cubadak dari Nagari Tabek Panjang, Nagari Persiapan Koto Gadang dari Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Baso. Dalko dari Nagari Tanjuang Sani, Kecamatan Tanjung Raya dan Nan Limo dari Nagari Nan Tujuah, Kecamatan Palupuah.(KP-Adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here