Wabup Agam Minta OPD Bekerja Keras Tangani Stunting

  • Whatsapp

Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri Dt Parpatiah minta OPD dan lintas lembaga bekerja keras dalam menangani stunting di daerah itu.

“Sesuai data, di Agam ditemui 2.628 kasus stunting berdasarkan pengukuran Agustus 2021,” ujarnya saat hadiri rembuk stunting, di Hotel Sakura, Kamis (15/9/2022).

Menurutnya, menekan angka itu dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan dan program dari OPD dan lintas lembaga.

“Maka disini dibutuhkan koordinasi, sinkronisasi program serta kebersamaan untuk menuntaskan kasus ini,” sebutnya.

Semua katanya, harus disatukan, disinkronkan dan memiliki koordinasi yang kuat.

Namun, ia minta datanya harus kuat agar tahu apa yang dapat dilakukan, supaya dari bulan ke bulan bisa dilihat perkembangan penanganan stunting ini.

“Jika seorang dikatakan stunting, apa yang sudah diintervensi pemerintah padanya. Maka di sinilah kita perlu data yang kuat,” kata Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Agam itu.

Wabup menjelaskan, di Asia Tenggara kasus stunting Kabupaten Agam cukup tinggi, bahkan persoalan ini secara nasional Presiden RI menargetkan angkanya bisa menurun signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Ada 8 langkah yang dilakukan dalam penanganan stunting ini, kini di Agam sudah masuk tahap ke 3 yaitu rembuk stunting.

“Dalam rembuk stunting kita banyak diskusi bagaimana kondisi di Agam, serta langkah dan inovasi apa yang akan dilakukan menangani persoalan ini,” ujarnya pula.

Sementara itu, Kabid Kesmas Dinkes Agam, Arma Citra mengatakan, peserta rembuk stunting ini sebanyak 115 orang dari berbagai unsur, dengan narasumber Dr Denas Symond dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UNAND.

“Melalui rembuk stunting ini kita bisa mengetahui hasil analisa situasi dan rancangan kegiatan intervensi penurunan stunting di Agam,” ulasnya.

Dalam kegiatan itu katanya, juga dideklarasikan komitmen Pemkab Agam dan menyepakati rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.