Lubuk Basung – Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria memberikan penjelasan resmi pasca dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19 pada Senin (7/9).

“Jadi perlu dijelaskan, sebelum hari ini, berdasarkan uji swab sebelumnya, pada Senin (31/8) lalu sudah keluar hasilnya negatif,” ujarnya, Senin (7/9) siang.

Pada Selasa hingga Kamis (1-3/9), dirinya melakukan perjalanan ke Jakarta. Dikatakan, dirinya berkemungkinan terpapar pada saat melakukan perjalanan tersebut.

“Hari Selasa sampai Kamis saya harus ke Jakarta, berkemungkinan terpapar di pesawat,” katanya.

Sebelum dinyatakan terinfeksi Covid-19, Trianda Farhan Satria sempat ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) guna menyerahkan berkas pendaftaran calon kepala daerah.

Dijelaskan lebih lanjut, Jumat (4/9) pagi dirinya melakukan swab. Pulang dari Jakarta Trinda Farhan Satria fokus melakukan persiapan pencalonan di KPU Agam.

“Baru tadi malam dapat berita, bahwa hasil swabnya saya positif,” ungkap Wabup.

Pasca dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19, tim kesehatan langsung melakukan pengecekan terhadap kondisi Wakil Bupati Agam itu. Disebutkan berdasarkan hasil pemeriksaan dirinya dinyatakan dalam keadaan baik.

“Alhamdulillah tadi pagi langsung antisipasi segera, cek labor dan Alhamdulillah hasilnya baik-baik saja,” tuturnya.

Selain terhadap dirinya, tim kesehatan juga melakukan uji swab terhadap seluruh anggota yang berada di Rumah Dinas Wakil Bupati, termasuk anggota keluarga.

“Kondisi badan batuk sedikit, namun pada prinsipnya berdasarkan keterangan dokter tidak ada masalah,” sebut Trinda Farhan Satria.

Sebelum dinyatakan terkonfirmasi Covid-19, dirinya telah berusaha untuk menaati protokol kesehatan Covid-19, seperti menggunakan masker setiap beraktivitas.

“Kemudian saat berbicara di publik selalu menyemprot microphone dengan handsanitizer, juga saat sesudah dan sebelum bersalaman, saya antisipasi dan jaga betul,” ucapnya.

Dalam kondisi pandemi ini, imbuhnya, siapa saja berkemungkinan terpapar Covid-19. Upaya seperti menaati protokol kesehatan Covid-19 dapat membuat seseorang lebih waspada.

Dirinya menilai adanya dilema yang terjadi saat pemberlakuan New Normal, yakni antara penyebaran Covid-19 dan dampak perekonomian. Konsekuensinya, menaati protokol kesehatan menjadi suatu keharusan.

“Kita sudah berusaha, terkadang masih bisa terpapar juga, setidaknya kita sudah melakukan antisipasi dan waspada dari kemungkinan terpapar Covid-19,” tutupnya.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here