Komapos.com, LUBUK BASUNG – Agaknya bencana kabut asap yang sudah berlangsung lama belum ada tanda mereda yang signifikan. Hal ini tak pelak mengakibatkan korban berjatuhan, dan kehidupan masyarakat pun terganggu. Hingga saat ini, dari data Inarisk.bnpb.co.id jumlah hutan dan lahan yang terbakar di seluruh Indonesia mencapai 328.722 ha dengan luas daerah bahaya hingga mencapai 86.102.324 ha dengan perkiraan kerugian secara ekonomi hingga hingga lebih dari Rp 59 triliun.

Merespons kondisi tersebut, Ikatan Wartawan Online (IWO) Agam membagikan ratusan masker untuk warga di Lubuk Basung, Senin (23/9/2019). Ratusan masker tersebut dibagikan kepada warga yang berlalu lintas di kawasan GOR Rang Agam dan Bundaran Simpang Tiga.

Tak butuh waktu lama, ratusan masker ludes diserbu warga. Bahkan, sejumlah warga berharap lebih banyak masker yang dibagikan. Emirza (45) misalnya, dia mengaku butuh setidaknya 5 masker.

“Untuk anak-anak saya di rumah pak, kasihan kabut semakin pekat,” ujarnya.

Hal senada juga diutarakan Handoko (35), salah seorang tukang ojek di Lubuk Basung. Dirinya berharap aksi serupa terus dilakukan selama kondisi bencana.

“Kalau bisa selama kabut, masyarakat seperti kami tetap dibantu disediakan masker, apalagi pekerjaan kami lebih banyak di luar ruangan,” pinta Handoko.

Dalam prosesnya, pembagian masker ini juga dibantu oleh sejumlah masyarakat dan siswa. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian IWO Agam dalam merespon risiko terserang penyakit pernafasan yang diakibatkan kondisi kabut asap.

“Kami membagikan masker karena kondisi asap semakin pekat. Dengan kondisi kabut asap seperti ini, bagi masyarakat yang memiliki aktivitas lebih banyak di luar ruangan tentu akan berbahaya bagi kesehatan,” ucap Anizur di sela pembagian masker.

Pihaknya berharap, meski tidak banyak masker yang dibagikan, setidaknya akan menimbulkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker serta peduli terhadap kesehatan.

Tidak ingin kondisi asap yang semakin membahayakan, IWO Agam mengajak masyarakat luas untuk menggunakan masker jika berpergian.

“Kami mengimbau masyarakat mengenakan masker yang dibagikan. Sebab kesehatan itu malah harganya,” pungkasnya. (KP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here