Lubuk Basung – Kejaksaan Negeri (Kejari) Agam menerapkan persidangan perkara melalui sistem daring atau online. Penerapan persidangan perkara secara online dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Kepala Kejari Agam melalui Kasi Intel Kejari Agam, Devitra Romiza mengatakan persidangan secara online dilakukan dengan cara menghubungkan antara pengadilan negeri sebagai tempat hakim bersidang, kejaksaan sebagai jaksa penuntut umum (JPU), dan Lapas sebagai tempat terdakwa ditahan.

“Sidang secara online ini kita terapkan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” katanya saat dikonfirmasi Komapos, Selasa (7/4).

Disebutkan Devitra, Kejari Agam sudah memulai persidangan online sejak beberapa hari lalu. Dalam persidangan online, hakim dan JPU akan melakukannya dari kantor masing-masing.

“Sedangkan tahanan atau terdakwa akan melakukannya dari Lapas yang sudah difasilitasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM),” terangnya.

Dijelaskan, dalam menggelar sidang secara online, pihaknya tetap menghadirkan para saksi. Saksi yang akan bersidang kehadiriannya difasilitasi pihak kejaksaan.

“Untuk saksi tetap dihadirkan, kehadiran mereka kami fasilitasi,” imbuh Devitra.

Sebelum dimulai persidangan secara online, pihak Kejari Agam lebih dahulu mengecek persiapan persidangan online yang akan dilakukan. Mulai dari kesiapan sinyal, peralatan, hingga kejelasan suara saat persidangan.

“Sampai hari ini, kami sudah melakukan banyak sidang online, kesemuanya berjalan lancar,” tambahnya.

Ia juga mengatakan, selain untuk menjaga sosial distancing, sidang online juga untuk menjaga keluar masuknya tahanan dari dalam Lapas agar tidak tertular covid 19.

“Dengan koordinasi tiga intansi dalam sidang online, maka secara tidak langsung dapat saling mencegah terjadinya penularan Covid-19,” tutupnya. (KP-Pit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here