Lubuk Basung – Pasca adanya warga Agam yang terinfeksi Covid-19, Pemkab Agam ambil langkah serius. Sejumlah pasar tradisional di Agam, mulai hari ini, Kamis (7/4) ditutup untuk sementara waktu. Sejumlah pedagang sempat protes saat penertiban.

Dari pantauan Komapos, pukul 07.10 WIB, sejumlah akses di pasar tradisional Padang Baru, dijaga ketat. Sejumlah tim yang terdiri dari TNI, Polri dan Satpol PP Agam terus memberi instruksi dan sosialisasi seputar PSBB dan bahaya Covid-19, melalui pengeras suara.

Di sisi lain, tampak sejumlah pedagang lakukan aksi protes. Pedagang meminta waktu untuk berjualan hari ini saja hingga pukul 14.00 WIB.

“Kami sudah terlanjur buka pak, kasih kami waktu hingga pukul 2 siang,” ujar Esi, salah seorang pedagang.

“Jika satu tutup, maka semuanya juga harus tutup, biar adil, kami juga butuh hidup pak,” imbuh pedagang lainnya.

Sementara itu, sejumlah tim dari Polres Agam, TNI dan Satpol PP Agam terus memberikan arahan agar pedagang segera menutup lapak. Para pedagang diberi waktu hingga pukul 10.00 WIB.

“Orang yang terindikasi Corona pernah melakukan kontak di sini, untuk itu pasar perlu diseterilkan. Kami sangat mengerti perasaan ibuk-ibuk, untuk itu kami beri waktu hingga pukul 10.00 WIB,” ujar Yul Amar, Kasi Ops SatPol PP Agam saat memberikan pengarahan ke sejumlah pedagang, Kamis (7/5).

Hingga berita ini diturunkan, sebagian besar pedagang sudah menutup lapak. Sejumlah pembeli yang terlanjur datang ke pasar, terus dihimbau untuk menggunakan masker dan menyegerakan pulang jika sudah membeli kebutuhan.

Diberitakan sebelumnya, penutupan pasar tradisional dilakukan Pemkab Agam guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ketua harian GTP2 Covid-19 Agam, Martias Wanto Dt. Maruhun, langkah tersebut diambil lantaran sudah ada yang terinfeksi Corona di Agam.

Disebutkan M. Dt. Maruhun, pasar menjadi salah satu media paling rawan bagi penyebaran Covid-19, karena tingginya aktivitas masyarakat, interaksi antara pedagang dan pembeli, serta kunjungan pedagang dari luar wilayah, membuat kondisi semakin rentan.

“Kami meminta langkah itu didukung semua pihak, karena hal itu sebagai upaya penyelamatan bagi semua masyarakat,” ujarnya. (KP-Pit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here