Bayur – Guna memutus mata rantai virus Corona (Covid19) dan mengantisipasi kerumunan massa, aktivitas pasar Bayur yang biasanya beroperasi satu kali dalam sepekan yakni pada hari Jumat, kini berubah menjadi pasar harian dengan waktu operasionalnya hari Sabtu hingga Kamis.

Dengan begitu, pasar Bayur ini beroperasi enam hari dalam sepekan, kecuali hari Jumat.

“Jadi pengoperasian Pasar Bayur yang biasanya satu kali dalam sepekan, saat ini telah diganti menjadi pasar harian. Dan ini dilakukan sesuai dengan instruksi Pemkab Agam terkait aturan PSBB dalam mengurai kerumunan massa,” kata Walinagari Bayur Hadi Fajrin, Sabtu (02/5).

Menurutnya, dengan diberlakukannya pasar harian di Nagari Bayur, masih ditemukan sedikit kerumunan massa di tempat keramaian itu, baik dari pedagang maupun pengunjung pasar. Oleh karena itu, pihaknya tetap berupaya menertibkan masyarakat agar tidak berkerumunan di satu tempat sebagai langkah antisipasi dari penyebaran virus Corona (Covid19).

Disisi lain, mekanisme pedagang yang berjualan di pasar harian Nagari Bayur juga melalui kesepakatan dari berbagai unsur yakni lembaga KAN, Bamus, Pengurus Pasar, dan Tokoh Masyarakat, menetapkan pedagang luar daerah Nagari Bayur dibolehkan berjualan di pasar harian tersebut. Akan tetapi dengan syarat, mereka diberi pilihan tiga hari untuk berjualan, yakni antara hari Minggu, Selasa, dan Kamis.

“Dari tiga pilihan itu, mereka berhak memilih satu hari saja untuk berjualan di pasar harian Nagari Bayur. Kemudian pedagang dan pengunjung wajib mengenakan masker serta menjaga jarak saat beraktivitas di area pasar” kata Hadi Fajrin.

Disebutkannya, untuk pedagang yang berjualan di pasar harian tersebut adalah mereka yang menjual berbagai kebutuhan pokok dan bahan pangan saja. Selain dari itu, mereka tidak dibenarkan untuk berjualan di pasar harian ini.

Ditambahkan, bahwasanya pandemi Covid-19 ini perlu menjadi perhatian bersama. Karena ini merupakan masalah yang sangat serius, dan perlu kebersamaan dalam menangani wabah virus corona ini. Bukan hanya dari pemerintah, namun seluruh lapisan masyarakat juga harus berkontribusi dalam memutus mata rantai Covid19.

“Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk menggunakan masker saat terpaksa beraktivitas diluar rumah, rajin mencuci tangan, dan menjalankan segala protokol kesehatan sebagai langkah pencegahan dari penyebaran virus Corona” jelasnya.(KP-Pit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here