Program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan) menunjukkan hasil yang menggembirakan, bahkan melebihi target ditetapkan di Kabupaten Agam.

Meski ditengah pandemi, tidak menghalangi semangat petugas untuk bekerja maksimal, dalam mewujudkan Kabupaten Agam sebagai sumber protein hewani.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Arief Restu, Senin (4/1) mengatakan, upaya peningkatan populasi sapi dan kerbau melalui Sikomandan, merupakan salah satu komitmen pemerintah mengurangi dominasi ketergantungan pasokan daging dari luar.

“Salah satu fokusnya melalui optimalisasi program Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan IB di 2020 terealisasi sebanyak 8.936 ekor. Jumlah ini melebihi target yang ditetapkan sebanyak 4.896 ekor.

Sedangkan pemeriksaan kebuntingan ditargetkan sebanyak 3.044 ekor, berhasil direalisasikan 4.025 ekor.

“Kemudian kelahiran ternak besar dari 4.174 ekor yang ditargetkan, terealisasi sebanyak 4.227 ekor,” terang Arief.

Menurutnya, semua ini bukti kerja nyata petugas di lapangan, yang dilakukan secara terintegrasi melalui kegiatan penyuluhan, perbaikan pakan, pelayanan kesehatan, perbaikan mutu bibit, distribusi semen beku dan pengendalian pemotongan sapi betina.

“Kita mengapresiasi kerja keras petugas di lapangan, karena di tengah pandemi tidak mudah untuk bekerja maksimal,” sebutnya.

Namun, kata Arif, dengan koordinasi yang baik, segala bentuk kendala di lapangan dapat diatasi. (Fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here