Suasana pandemi Covid-19 membuat aktivitas dan ruang gerak masyarakat jadi terbatas. Namun tidak bagi seorang pendidik yang satu ini. Di tengah ancaman wabah Covid-19, guru di Kabupaten Agam ini memberanikan diri untuk mendatangi rumah siswa-siswinya satu per satu. Baginya pendidikan itu tidak boleh terhenti, dan porses belajar mengajar harus tetap berlangsung. Sebab, di tengah pandemi, tak semua muridnya bisa mengakses pendidikan daring dengan layak. Bagaimana kisah inspiratifnya?

Lubuk Basung – Depitriadi

Adalah Sari Permata Bunda (26) seorang guru di SD Muhammadiyah Batu Hampar, Kampung Tangah, Lubuk Basung, Kabupaten Agam. Sari, begitu ia akrab disapa merupakan walikelas bagi murid di Kelas V. Kepada Komapos, Sari berbagi cerita ihwal aktivitasnya mengunjungi rumah siswa-siswi guna mengajar dan mengevaluasi kegiatan belajar selama di rumah.

Diceritakan Sari, kegiatan mengajar dari rumah ke rumah sudah dilakukannya sejak 17 April lalu. Sari dan rekan-rekan sesama guru berinisiatif untuk mendatangi langsung rumah murid guna memberi evaluasi hasil belajar siswa selama di rumah.

“Selain mengajar dan mengevaluasi, kami juga memberi tugas tambahan bagi murid, agar proses belajar tidak terputus,” ujarnya, Kamis (7/5) via seluler.

Guru tamatan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Bung Hatta itu menyebut, sebelumnya evaluasi belajar siswa juga dilakukan melalui media sosial. Namun, ia menilai evaluasi tersebut belum merata, sebab anak muridnya masih ada yang tidak tersentuh alat komunikasi berbasis android.

Selain itu, sambungnya lagi, alasannya mendatangi rumah murid untuk mempermudah peserta didik berkonsultasi secara langsung mengenai pelajaran dan masalah yang ditemui selama belajar di rumah.

“Apa lagi bagi siswa yang orang tuanya tidak memiliki alat komunikasi seperti ponsel android, berkunjung langsung ke rumah menjadikan solusi terbaik bagi sekolah kami di SD Muhammadiyah Batu Hampar.
Dan tidak cuma itu saja. Berkunjung ke rumah juga bisa memutuskan rantai virus Covid-19,” terangnya lagi.

Menurut Sari, ia membutuhkan waktu sehari penuh untuk menuntaskan kunjungan ke rumah murid. Sari tidak membatasi lama waktu berkunjung di rumah murid. Durasi berkunjung ditentukan oleh kendala yang ditemui murid yang bersangkutan.

“Mengenai waktu kunjungan berbeda-beda pak. Tergantung permasalahan atau kendala yang dihadapi oleh setiap masing-masing anak pak,” tuturnya.

Dijelaskan Sari, untuk Proses Belajar Mengajar (PBM) secara khusus tidak ada. Dirinya lebih memfokuskan pada kendala murid yang ditemui selama belajar di rumah.

“Pembelajaran sudah dibagikan sebelum kita mendatangi rumah anak untuk berkonsultasi. Hanya saja membahas kendala yang mereka jumpai ketika mengerjakan tugas yang diberikan,” tukuknya lagi.

Selama mengunjungi rumah muridnya, Sari menemukan banyak suka cita. Melihat antusias dan kebahagian para murid menjadi obat penawar penat bagi dirinya dan rekan-rekan.

“Pada saat kami mengunjungi siswa, kami melihat mereka merasa sangat bahagia dan terbantu karena mereka bisa berkonsultasi dan bertanya langsung mengenai kendala yang mereka dapati selama belajar di rumah,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Batu Hampar, Zulkhaidir membenarkan aktivitas yang tengah digiatkan guru-gurunya tersebut. Dikatakannya, kegiatan mengunjungi rumah murid merupakan inisiatif sekolah bersama para guru, dalam rangka memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung selama pandemi Covid-19.

“Kegiatan mengunjungi rumah murid itu kami lakukan untuk memastikan proses pendidikan terus berjalan. Kami utamakan mengunjungi rumah murid yang tidak memiliki media sosial, gunanya adalah untuk pemerataan pendidikan,” jelas Zulkhaidir.

Selama mengunjungi siswa, lanjutnya, pihak sekolah terus mengingatkan para guru untuk tetap mematuhi protokol penanganan Covid-19. Para guru diminta untuk menggunakan masker, dan selalu waspada dengan potensi penyebaran virus.

“Kemudian, guru diminta untuk mengunjungi siswa satu per satu, tidak boleh berkerumunan. Yang terpenting tetap patuhi protokol Covid-19,” imbuhnya.

Menuru Zulkhaidir, di tengah wabah pandemi Covid-19 yang tengah mendera, kegiatan belajar siswa juga harus tetap di pantau. Sekali dalam seminggu, guru-guru akan kembali ke rumah murid untuk melakukan proses evaluasi belajar. Dirinya berpesan kepada orang tua murid untuk selalu memperhatikan kegiatan belajar sang anak terutama di saat jam belajar.

“Sehingga kegiatan belajar di rumah menjadi benar-benar efektif. Dan anak-anak tidak menganggap masa belajar di rumah sebagai hari libur. Untuk itu peran serta orang tua juga sangat dibutuhkan, demi keberlangsungan pendidikan anak didik kita,” harapnya. (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here