Agam.Komapos.com – Proses Belajar Mengajar ( PBM ), tatap muka yang direncanakan awal bulan Agustus di Agam belum bisa dilaksakan setelah bertambahnya satu orang warga Gadut Kecamatan Tilatang Kamang terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Agam, Isra menegaskan, tidak ada proses belajar mengajar bertatap muka sebeluam situasi benar benar aman dan sudah zona hijau Covid-19.

“Kegiatan pendidikan tidak boleh ada yang tatap muka, sampai dipastikan wilayahnya dalam zona hijau. Jadi kita tunggu Agam sampai zona hijau,” kata Isra, jumat (24/7).

Ia juga mengatakan, larangan ini sesuai dengam keputusan 4 menteri, yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri, tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran baru dimasa Pandemi Covid-19.

” Bila ada yang melanggar aturan ini maka dia harus bertanggung jawab dan siap menerima sanksi karena tidak bisa mematuhi aturan ini jadi kita harus mematuhi aturan tersebut,” tegasnya.

Isra juga mengatakan, untuk hal ini banyak syarat yang harus dipenuhi agar sekolah bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka pada masa covid 19, antara lain sekolah harus melakukan penerapan protokol Covid-19, adanya izin dari bupati bagi sekolah yang berada dibawah wewenang pemerintah daerah, juga adanya izin dan persetujuan dari para orangtua murid.

Agar terlaksananya proses belajar mengajar tatap pemerintah daerah monitoring kesiapan sekolah untuk memastikan kesiapan sekolah dalam menerapkan protokol kesehatan standar covid19.

Dalam perencanaan sebelumnya, Pemkab Agam merencanakan PBM tatap muka dilaksanakan awal Agustus, karena terjadinya kasus baru warga Agam yang terkonfimasi Covid-19, pada hari Kamis kemaren sehingga rencana tersebut harus di tunda hingga Agam ke zona hijau.

 

(KP-Jen).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here