Pemerintah Kabupaten Agam terus berupaya menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, khususnya dalam melahirkan tenaga kerja yang berkualitas.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar pelatihan berbasis kompetensi bagi pencari kerja di daerah itu.

Tahun ini, Pemkab Agam melalui DPMPTSP-Naker bakal menggelar 13 paket pelatihan berbasis kompetensi untuk delapan sub kejuruan.

“Ke-13 paket pelatihan itu dengan rincian 11 paket dilaksanakan melalui APBN dan 2 paket dari APBD,” ujar Kepala UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Lubuk Basung, Haris Priadi, Sabtu (13/2).

Sementara itu, sub kejuruannya seperti asisten pembuat pakaian 1 paket, menjahit pakaian sesuai style 3 paket, pembuatan hiasan busana dengan mesin bordir manual 1 paket, practical office advance 2 paket, video editing 1 paket, servis sepeda motor konvensional 2 paket, las SMAW 2 paket, pembuatan roti dan kue 1 paket.

“Setiap sub kejuruan jumlah peserta 16 orang, dengan lama pelatihan beragam sesuai sub kejuruan, mulai 33 sampai 38 hari,” terangnya.

Dikatakannya, mengingat kondisi masih pandemi Covid-19, maka pelatihan dilaksanakan menyesuaikan protokol kesehatan. Setiap peserta diberikan handsanitizer, pakai masker, dan juga disediakan tempat cuci tangan.

“Pelatihan sudah dimulai Senin kemaren di BLK untuk 3 paket, dengan sub kejuruan practical office advance dan asisten pembuatan pakaian,” sebut Haris.

Tahun ini, jelasnya, jumlah paket pelatihan sama dengan tahun lalu, namun mengalami penurunan dibanding tahun 2019 karena ada refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

Namun, DPMPTSP-Naker akan memaksimalkan pelaksanaan 13 paket pelatihan ini, agar komitmen dalam melahirkan tenaga kerja yang berkualitas dapat terwujud.

“Apabila Agam memiliki tenaga kerja yang handal, tentu mereka akan mudah mencari kerja sekaligus dapat menekan angka pengangguran,”ujarnya. (Fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here