Pemerintah Kabupaten Agam prihatin atas bencana alam yang melanda Provinsi Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan yang terjadi beberapa hari kemaren.

Bencana terjadi yakni gempa bumi berkekuatan 6,2 SR yang telah mengguncang Sulawesi Barat, serta banjir besar di Kalimantan Selatan.

Tidak sedikit yang jadi korban dalam peristiwa itu, bukan hanya bangunan dan tempat permukiman, tapi juga menelan korban jiwa.

Bahkan puluhan ribu masyarakat terpaksa harus mengungsi karena kehilangan tempat tinggal.

Dengan kondisi itu, Bupati Agam melalui Sekdakab Agam, Martias Wanto mengajak seluruh jajaran Pemkab Agam, Kementerian Agama dan masyarakat, untuk membantu meringankan beban korban yang saat ini tengah membutuhkan uluran tangan.

“Kesedihan korban merupakan derita kita semua, karena Agam juga wilayah rawan bencana baik gempa bumi maupun banjir, sehingga kita merasakan betul kesedihan yang dialami saudara kita di Sulbar dan Kalsel itu,” sebut Martias Wanto, Sabtu (30/1).

Dia berharap, pimpinan OPD, Kakan Kemenag Agam, pimpinan puskesmas, koordinator unit kerja pendidikan dan kepala sekolah se-Agam, agar dapat mengumpulkan sumbangan atau donasi untuk meringankan beban masyarakat terkena bencana itu.

“Bantuan bisa berupa uang atau barang, namun diutamakan adalah kebutuhan pokok dan perlengkapan bayi,” sebutnya.

Khusus camat, diminta untuk mengumpulkan sumbangan dari masyarakat melalui pemerintah nagari dan pengurus masjid atau mushala.

Dikatakan, bantuan dari OPD di lingkungan Pemkab Agam dapat disetorkan melalui Dinas Sosial, kepala sekolah TK, SD dan SMP melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kepala sekolah SMA dan SMK melalui unit kerja pendidikan.

Kemudian kepala sekolah MI, MTs dan MAN disetorkan melalui Kantor Kementerian Agama, serta pimpinan puskesmas melalui Dinas Kesehatan.

“Paling lambat sumbangan sudah terkumpul 15 Februari 2021, supaya dapat dengan segera disalurkan kepada korban,” ujarnya. (KP-004)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here