Lubuk Basung – Sebanyak 50 UMKM dari berbagai usaha di Kabupaten Agam memproduksi masker buatan sendiri. Produksi tersebut dilakukan untuk menyikapi tingginya kebutuhan masker saat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Salah seorang pelaku UMKM Ampek Angkek, Widianingsih menggeluti usaha ini sejak pemerintah menerapkan social dan physical distancing. Sebelumnya ia membuka usaha bidang kuliner.

“Sejak mengalihkan usaha memproduksi masker, permintaan cukup tinggi, baik dikalangan masyarakat maupun tenaga medis,” terangnya.

Widianingsih yang mempekerjakan 7, orang mampu memproduksi masker 900 helai sampai 1.000 helai, bahkan lebih, tergantung ketersediaan bahan. Satu helai masker dijual seharga Rp 4 ribu.

Bupati Agam, Dr. Indra Catri mengapresiasi langkah yang diambil UMKM untuk memproduksi masker, karena saat ini masker adalah salah satu alat pelindung diri yang sulit didapat dan banyak dibutuhkan untuk memproteksi diri dari penyebaran Covid-19.

“Rata-rata setiap UMKM memproduksi masker 1.000 helai, maka setiap harinya UMKM dapat membuat masker berbahan kain sebanyak 50 ribu helai,” ujarnya di sela penyaluran bantuan pangan, Bupati Agam, Dr. H. Indra Catri meninjau langsung beberapa UMKM yang memproduksi masker itu, seperti di Kecamatan Banuhampu dan Ampek Angkek, Rabu (1/4).

Menurut Indra Catri, ini bagian upaya untuk menyelamatkan masyarakat yang belum terpapar Covid-19, sesuai gerakan “anda selamatkan saya, saya selamatkan anda”.

“Agam siap mensuplai masker. Untuk itu, setiap UMKM diminta menyebarkan nomor ponsel, supaya masyarakat mudah untuk mendapatkannya,” tuturnya.

Dengan demikian, Bupati Agam dua periode ini meminta Disperindagkop dan UKM Agam agar mensupport UMKM dengan menyediakan bahan baku, supaya lebih banyak lagi masker yang diproduksi.(KP-Pit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here