Lubuk Basung – Aksi sejumlah warga di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam yang kembalikan beras gratis beberapa waktu lalu lantaran merasa tidak berhak menerima, tuai pujian positif. Salah satu pujian datang dari orang nomor satu di Kabupaten Agam, Indra Catri.

“Apa yang dilakukan sebagian masyarakat itu, mesti menjadi contoh, karena di tengah kondisi sulit saat ini, justru terbangun kepedulian yang luar biasa terhadap sesama,” ujarnya, Kamis (9/4).

Sebagai bupati, Indra Catri sangat mengapresiasi dan menghargai aksi sportif masyarakat penerima bantuan yang mengembalikan jatah beras mereka kepada Walinagari setempat.

“Lebih mulianya lagi, beras bantuan tersebut diminta untuk diserahkan kepada masyarakat lainnya yang lebih membutuhkan bantuan,” ungkap bupati.

Menurut Indra Catri, apa yang dilakukan masyarakat Malalak dengan membagi jatah beras mereka tersebut, adalah tindakan yang luar biasa.

“Berbagi rezki untuk orang lain, yang senasib dengannya, ini merupakan perbuatan yang sangat luar biasa,” imbuhnya.

Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, di Kecamatan Malalak tercatat 873 Kepala Keluarga (KK) yang berhak menerima bantuan beras gratis. Mereka ini tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Dari 873 KK ini, 238 KK berhak menerima 10 kilogram beras, sedangkan sisanya 635 KK yang berhak mendapatkan 20 kilogram beras, dengan total beras yang dibagikan untuk kecamatan mencapai 15,08 ton.

Menurut Camat Malalak, Riky Eka Putra setelah beras didistribusikan langsung pada masyarakat, di lapangan, justru ada warga penerima bantuan yang kemudian membagi dua jatah beras yang harusnya mereka terima.

“Jatah beras tersebut dikembalikan kepada Walinagari masing-masing,” ungkapnya.

Sampai hari ini menurut Riky Eka Putra, lebih dari 120 orang yang telah menyerahkan separuh jatah mereka, terutama mereka yang mendapatkan jatah sebanyak 20 kilogram. Seperti yang dilakukan Miswarni, warga Jorong Sigiran Nagari Malalak Utara.

“Saya cukup satu karung (10 kilogram), dan yang satu karung lagi sebaiknya diberikan kepada keluarga yang masih membutuhkan,” ujarnya.

Apa yang dilakukan Miswarni dan banyak keluarga lainnnya di Malalak, ulas Bupati Agam Indra Catri, juga terjadi di sejumlah nagari lainnya di Kabupaten Agam.

“Alhamdulillah, ternyata solidaritas sosial atau perasaan untuk saling berbagi antar anak nagari masih cukup kuat, meskipun dalam situasi sosial ekonomi yang cukup sulit seperti saat ini. Saya salut dan bangga. Hal ini harus terus kita jaga dan kita contoh bersama, “ sebut Indra Catri dengan nada haru. (KP-Pit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here