Tanjung Raya – Predikat buku sebagai jendela dunia agaknya menjadi perhatian khusus bagi SMAN 1 Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Gerakan literasi sekolah benar-benar mewujud secara paripurna melalui sebuah perpustakaan. Sentuhan kekinian dengan tetap menjaga kearifan lokal justru menghantarkan salah satu sekolah tertua di Agam ini berprestasi di tingkat Provinsi Sumatera Barat. Bahkan, perpustakaan sekolah tersebut tengah mengambil ancang-ancang menuju perpustakaan berprestasi di tingkat nasional.

Ribuan buku tertata rapi di sebuah ruangan yang sejuk dan tenang. Sejumlah layar komputer pun tersedia di ruangan itu. Sejumlah tropi dan penghargaan bejejer persis di bawah tulisan Pojok Hamka. Sementara Danau Maninjau yang mengintip dari luar jendela menambah keasrian suasana. Begitulah suasana yang tampak saat menyambangi perpustakaan Buya Hamka SMAN 1 Tanjung Raya Maninjau beberapa waktu lalu.

3 Juli 2020, Dinas Arsip dan Perpustakaan Sumatera Barat mengumumkan pemenang lomba perpustakaan tingkat SLTA sederajat negeri dan swasta. Perpustakaan SMAN 1 Tanjung Raja terpilih menjadi terbaik kedua se-Provinsi Sumatera Barat.

“Alhamdulillah, atas kerjasama tim yang solid, dan pembinaan dari Pemerintah Kabupaten Agam, perpustakaan Buya Hamka SMAN 1 Tanjung Raya terpilih sebagai perpustakaan terbaik kedua di tingkat Sumatera Barat,” ujar Kepala Perpustakaan Buya Hamka SMAN 1 Tanjung Raya, Hilda Sridewita, SE, M.PdE, Sabtu (11/7).

Menurutnya, perpustakaan yang dikelola SMAN 1 Tanjung Raya menjadi salah satu yang perhitungkan di Sumatera Barat, lantaran tidak mengabaikan kearifan lokal. Pasalnya, selain mengadopsi nama ulama besar, perpustakaan ini juga menyediakan pojok khusus bagi karya Buya Hamka.

“Barangkali ini yang uniknya dari perpustakaan kami. Selain kami tidak ingin tergilas kemajuan teknologi, kami juga tidak ingin melupakan jati diri negeri. Buya Hamka bagi kami juga termasuk pejuang literasi,” jelas Hilda.

Berkat keuletan Hilda dan seluruh Warga sekolah, alumni Ikasma dan Komite, perpustakaan SMAN 1 Tanjung Raya menjelma jadi perpustakaan berbasis digital. Perpustakaan digital tersebut bertajuk Perpustakaan Digital . Dengan memanfaatkan teknologi, Hilda Dkk berkeinginan menyajikan informasi dan memperkaya pengetahuan masyarakat melalui digital library.

“Kami mengusung tagline Menuju Standar Perpustakaan berbasis Online. Tagline ini diangkat mengingat updating di era dunia tanpa batas merupakan trending-trending yang telah menggejala di dunia,” tuturnya.

Cikal bakal perpustakaan digital ini bermula Agustus tahun silam. Melalui sebuah website, dirancang berbagai kanal informasi dan layanan bagi para pemustaka. Selain pengembangan kanal-kanal yang terkait dengan informasi kegiatan dan program, web ini pun mengembangkan kanal publikasi ilmiah dan karya bagi seluruh perangkat sekolah baik dari guru, siswa dan seluruh Alumni.

“Untuk website perpustakaan ini dikembangkan oleh Bapak Andri, S.Kom, M.Msi dan perpustakaan oleh Alumni Ikasma,” tutur Hilda.

Sebagaimana halnya karakter teknologi, sambung Hilda, Perpustakaan Digital Buya Hamka terus dikembangkan dan disempurnakan tanpa batas, mengingat loncatan-loncatan teknologi yang tiada henti.

“Website ini akan terus dikembangkan agar dapat melayani kebutuhan pengunjung dan siapapun yang berkepentingan dengan informasi dan layanan,” tukuknya lagi.

Pihaknya meyakini, perpustakaan digital bakal menjadi saluran informasi ilmu dan memerkaya pengetahuan masyarakat. Beragam menu pun disediakan. Dimulai dari menu informasi perpustakaan, penelusuran pustaka, dan lain-lain.

“Kami ingin menyajikan perpustakaan di dunia maya, sehingga tidak ada batas yang menghadang antara pemustaka dengan buku-buku atau bahan referensi yang tersedia. Pustaka ini pun dicanangkan untuk meningkatkan kapasitas dan kuantitas minat baca masyarakat Indonesia, yang selama ini masih berada pada titik yang sangat rendah,” terang Hilda.

Pustaka Digital Buya Hamka mengusung misi terwujudnya perpustakaan yang representatif sebagai penyedia informasi ilmu berbagai disiplin ilmu untuk mewujudkan manusia cerdas, berkarakter kebangsaan dan sukses berkompetensi global dan berwawasan lingkungan.

“Visi kami memberikan layanan yang ramah, tegas, tertib, dan berbasis IT. Meningkatkan kerjasama dengan perpustakaan dan pusat informasi lainnyA. Memfasilitasi kegiatan sekolah untuk mewujudkan budaya baca dan tulis serta sekolah berwawasan lingkungan,” ujarnya lagi.

Saat ini, secara fisik terdapat 1693 judul buku tersedia di Perpustakaan. Direncanakan, seluruh judul buku yang ada sudah dibuatkan versi digital. Sementara saat ini, baru sebagian buku yang telah ada berbentuk ebook.

“Saat ini semua berbentuk katalog online. Direncanakan kedepan, seluruh judul buku referensi akan ditamabah dana akan divirtualkan,” katanya.

Terkait lomba perpustakaan tingkat provinsi yang digelar beberapa waktu lalu, Hilda menyebut masih banyak yang akan dikembangkan. Misalnya, imbuh Hilda, pihaknya akan menyediakan sebuah ruangan baca terapung view alami disini akan insyallh akan dibangun ruang membaca yang arah pandang langsung ke Danau Maninjau.

“Semoga keberadaan ruang baca dengan latar Danau Maninjau tersebut bisa diwujudkan tahun depan, saat berlomba di tingkat nasional,” tuturnya.

Dalam pengelolaan dan pengembangan Hilda didukung oleh tim yang solid, yang bekerja tanpa lelah. Tim tersebut melakukan pengelolaan, pengkodean buku secara virtual, memastikan tertib administrasi, hingga penyiapan berkas untuk diperlombakan.

“Beruntung tim kami, seperti Azzaria, Keke, Akariya, Marni Era Wati, Tika Triana Putri, Yuni Yenisa serta semua majelis guru pegawai dan staf TU, bapak dan ibu stakeholder serta kepala sekolah juga koordinator, bapak Surya Chandra, S.Pd, Bpk H Yasril Efensi, S.Pd bahu membahu mempersiapkan segala sesuatu dengan maksimal. Alhasil, kami diganjar penghargaan bergensi ini,” sebut Hilda.

Menurut Hilda, pengelolaan Perpustakaan Berbasi Digital tidak terlepas dari gerakan literasi di sekolah. Dirinya menyebut, gerakan literasi yang dicanangkan pemerintah setempat juga menjadi motivasi dirinya dan tim untuk unjuk prestasi di bidang kepustakaan.

“Dukunga Pak Burmal sebagai kepala sekolah, dukungan dari pemerintah melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan menjadi motivasi tersendiri bagi kami. Kedepan kami akan terus berbenah untuk prestasi terbaik,” tutupnya.(Depit)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here