Tanjung Raya – Karena tidak mematuhi aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang tengah berlangsung, Kepolisian Resor (Polres) Agam kembali merazia warga yang masih nekat melakukan aktivitas memancing di kawasan Danau Maninjau, Selasa (12/5).

Pada operasi tersebut, sebanyak 10 orang pemancing yang berasal dari berbagai daerah seperti, Bukittinggi, Batusangkar, IV Koto, Matur, Lubukbasung, dan warga Tanjung Raya ditindak Polres Agam.

Kapolres Agam, AKBP Dwi Nur Setiawan menjelaskan, upaya penindakan terhadap pemancing itu dilakukan guna menekan aturan PSBB yang tengah berlangsung. Menurutnya, saat ini sudah pemberlakuan PSBB tahap 2, tentu pihaknya gencar melakukan razia terhadap orang-orang yang masih berkumpul termasuk para pemancing sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Corona.

“Di Danau Maninjau kerap dilakukan aktivitas memancing oleh pendatang luar daerah Tanjung Raya, dan mereka datang dari daerah lain tentu kita tidak bisa menjamin bahwa mereka membawa virus atau tidak. Oleh karena itu, hari ini kembali kita lakukan penindakan terhadap orang-orang yang masih bandel dan tidak mentaati aturan PSBB,” terangnya.

Setelah merazia, pihaknya menggiring para pemancing itu ke kantor Camat Tanjung Raya untuk didata, diambil dokumentasi, dan diberi penjelasan terkait aturan PSBB, serta mereka juga dilakukan pengecekan suhu tubuh oleh petugas Puskesmas Maninjau.

“Untuk kedepannya, apabila mereka masih nekat melakukan aktivitas memancing di kawasan Danau Maninjau, kita akan lakukan tindakan tegas lagi sesuai dengan ancaman hukum yang berlaku,” tegas Kapolres Agam.

Sementara itu, Ketua Satgas Penanggulangan Dampak Ekonomi (PDE) Covid-19 Yosefriawan mengatakan, untuk saat ini Pemprov Sumbar tengah memberlakukan PSBB tahap 2. Dengan begitu, pihaknya harus mengambil sikap tegas terhadap orang-orang yang masih melanggar aturan, termasuk para pemancing ini.

“Kalau memang hobi memancing, untuk saat ini dihentikan dulu, pasalnya saat ini tengah diberlakukan PSBB guna mengantisipasi penyebaran Covid-19. Untuk itu kita meminta kepada masyarakat untuk bersabar dan tidak melakukan aktivitas diluar rumah selama masa pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Menurut Yosefriawan, saat ini Pemkab Agam sudah menutup semua objek wisatanya guna mendukung aturan PSBB dan memutus rantai penyebaran virus Corona.

“Mari bersama-sama kita lawan dan putuskan rantai penyebaran Covid-19, yaitu dengan cara disiplin dan patuh terhadap aturan,” pungkasnya. (KP-Pit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here