Lubuk Basung, Komapos – Komite Masyarakat Agam (LSM KOMA) mengutuk keras dugaan teror bom molotov di kediamam dua tokoh ninik mamak nagari Bawan, H. Khaidir Dt. Palimo (69) dan Aprianto Dt. Tan Majolelo (59) yang berdomisili di Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam, Kamis (1/4/2021) dinihari. Teror pembakaran tersebut terjadi hampir bersamaan waktunya.

“Ini perbuatan biadab, apapun musababnya, apa latar belakangnya, teror ini tidak dapat dibenarkan,” ungkap Ketua Komite Masyarakat Agam (LSM KOMA), Firdaus Lukman, Jumat (2/4/2021).

Ia berharap pihak kepolisian bisa secepatnya mengungkap tuntas perbuatan teror yang terjadi dini hari kemarin di kediaman pensiunan ASN, H. Khaidir Dt. Palimo di Simpang Mato Aia, Jorong Balai Ahad, Nagari Lubuk Basung dan di kediaman Aprianto Dt. Tan Majolelo di Sago, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung.

“Perbuatan teror tidak bisa ditolerir, karena telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Lubuk Basung yang selama ini berada dalam situasi kondusif,” katanya.

Firdaus mengutuk keras perbuatan teror tersebut dan berharap pihak kepolisian bisa segera menangkap pelaku dan otak pelakunya.

“Kejadian ini menjadi momok di Agam yang menimbulkan keresahan di masyarakat, apalagi kita akan memasuki bulan suci ramadan 1442. Kita kuatir nanti kejadian ini di kait-kaitkan dengan aksi teror jaringan internasional yang sedang hangat menjadi isu nasional,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun, kebakaran di rumah H. Khaidir Dt. Palimo, pada Kamis (1/4/2021) dinihari itu diduga terjadi sekitar pukul 03.15 WIB. Perisiwa itu pertama diketahui korban karena mendengar ada ledakan keras di luar rumah.

Menantu H. Khaidir, Riki Ayah menyebutkan, akibat ledakan itu, mertuanya. H. Khaidir terbangun dan melihat di luar api sudah berkobar membungkus kendaraan miliknya yang terparkir di depan rumah korban.

“Kebakaran itu diketahui setelah terjadi ledakan keras, kami melihat api sudah membesar dan membakar mobil, “ ungkap Riki Ayah.

Pembakaran kendaraan yang terparkir di depan rumahnya itu Riki Ayah mencurigai ada unsur kesengajaan, dibuktikan penemuan beberapa kantong plastik berisi bahan bakar minyak jenis pertalite di sekitar lokasi kejadian.

“Saat ini masih dalam proses penyelidikan, saya masih di Polres Agam dimintai keterangan oleh petugas,“ sebut Riki Ayah.

Disebutkan, pihak keluarga bersama warga sekitar lokasi berupaya memadamkan api, termasuk personil pemadam kebakaran yang langsung memadamkan api di lokasi kejadian.

Akibat kebakaran kendaran jenis Toyota kijang, kerugian korban ditaksir mencapai Rp.60 juta.

Sementara itu Rumah Aprianto Dt. Tan Majolelo yang juga kepala SMPN 1 Lubuk Basung itu, nyaris ludes jadi abu, Kamis (1/4/2021). Kejadian diperkirakan sekitar pukul 03.00 WIB.

Hampir seluruh perabotan sudah hangus terbakar, kerugian ditaksir mencapai Rp.70 juta.

Namun dalam dua kejadian kebakaran yang terjadi serentak tersebut, tidak ada korban jiwa.

Kasus itu tengah diselidiki intensif oleh pihak kepolisian, termasuk kemungkinan adanya indikasi kesengajaan dalam musibah yang melanda dua ninik mamak Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari itu. (Evie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here