Agam, Komapos – Ketua Komite Masyarakat Agam (LSM-KOMA), Firdaus Lukman apresiasikan kinerja Dinas Satuan Polisi Pamong Praja-Pemadam Kebakaran (PolPP-Damkar) Kabupaten Agam, Sumbar dalam menertibkan kafe-kafe karena masih membuka usaha melebihi ketentuan waktu.

“Kita sangat mensupport kinerja Dinas PolPP- Damkar Agam, apalagi saat ini masih pandemi Covid-19,” ujarnya saat ditemui Komapos.com, Selasa (30/3/2021).

Selain itu, Firdaus berharap Satpol PP Agam terus konsisten menegakan marwah konsep Agam Madani dalam memerang maksiat di Kabupaten Agam. Terlebih terhadap cafe-cafe yang diduga sumbernya maksiat.

“Sebagai aparat penegak Perda, Satpol PP Agam menerapkan prinsip filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah yakni melindungi masyarakat dari berbagai bentuk kegiatan perbuatan maksiat,” pintanya.

Menanggapi soal penyegelan terhadap 2 kafe yang meresahkan di Lubuk Basung baru-baru ini, Firdaus Lukman sangat mengapresiakan tindakan masyarakat terhadap kafe dan warung karaoke masih banyak yang buka sampai larut malam sehingga mengganggu warga tersebut

Namun ia menyarankan, jika kedapatan fungsi kafe berubah menjadi lokasi maksiat, hendaknya masyarakat bersama-sama menyerahkannya kepada pejabat berwenang akan hal itu.

“Pejabat berwenang wajib memberikan jaminan keamanan perlindungan dan memberi apresiasi terhadap masyarakat berani berantas kemaksiatan,” ujarnya mengingatkan.

Alasannya, setiap orang, pribadi maupun kelompok mempunyai kewajiban melakukan tindakan pencegahan dan pemberantasan terhadap perbuatan maksiat.

Namun ia juga berpendapat, sebelum terjadi, sebaiknya oknum nakal diberi peringatan agar tidak terlanjur melakukan tindakan maksiat.

“Sebaiknya kita cegah sebelum terjadi. Mencegah dibukanya lokasi-lokasi atau tempat-tempat yang diduga yang akan digunakan untuk perbuatan maksiat,” sarannya.

Ia juga berharap jangan sampai ada oknum yang bermain di belakang maraknya kafe-kafe di Lubuk Basung, sebab diyakininya sangat merusakan moral generasi selanjutnya.

“Kegiatan razia ini harus rutin dilaksanakan apa lagi kita akan memasuki bulan suci ramadan,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Satpol PP-Damkar Agam Kurniawan Syahputra, Selasa (30/3/2021) mengakui, dalam operasi penertiban tim Satpol PP masih temukan beberapa tempat usaha yang operasionalnya melebihi ketentuan.

“Dini hari tadi kita menertibkan Kafe Nando di Simpang Tembok, Lubuk Basung, karena melewati batas waktu operasional. Karena buka terlalu larut malam sehingga meresahkan masyarakat setempat, “ tegasnya.

Ia juga menyebutkan akan intensifkan operasi penertiban menjelang bulan suci ramadan.

Tak sampai disitu, Kurniawan Syahputra sangat berterimakasih dan memberi apresiasi atas reaksi tokoh masyarakat terhadap keberadaan kafe-kafe yang meresahkan tersebut, karena selain buka sampai larut malam, juga kegiatan yang dilakukan juga berpotensi terjadinya hal-hal yang menyalahi norma dan aturan yang ada.

“Kita sangat berterimakasih, respon masyarakat itu menjadi motivasi bagi kami, bahkan apa yang dilakukan jadi amunisi bagi tim Satpol. PP Agam ke lapangan untuk bersama menegakkan aturan yang berlaku, sesuai visi-misi Agam madani yang dicita-citakan bersama,“ tegas Kurniawan Syahputra lagi. (Evie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here