Lubuk Basung – Di tengah kondisi bencana Covid-19, Bupati Agam, Dr. Indra Catri menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat kurang mampu dan keselamatan warga menjadi prioritas Pemkab Agam.

“Dalam kondisi saat ini yang perlu dipastikan terlebih dulu adalah tersedianya beras yang cukup di rumah-rumah sebagian besar masyarakat kurang mampu,” ujar bupati, Minggu (5/4)

Bupati instruksikan jajaran untuk bergegas dalam percepatan penanganan wabah Covid-19. Selaku kepala daerah, dirinya meminta prioritaskan apa-apa yang bisa dikerjakan terlebih dahulu.

“Bergegaslah agar penyebaran dan dampak pendemik Covid-19 cepat diatasi, mana yang bisa dikerjakan terlebih dahulu tolong segerakan tanpa harus menunggu yang lainnya rampung sempurna,” tuturnya lagi.

Pastikan masyarakat sehat, lanjut bupati, dan bagi yang terpapar Covid-19 pastikan tertangani secara benar sesuai dengan protokol kesehatan.

“Setelah itu baru dicarikan solusi masalah lainnya sesuai dengan urgensinya tanpa harus keluar dari koridor hukum yang berlaku,” tukasnya.

Terkait dengan pandangan pembagian sembako yang terlalu cepat dan tidak tepat sasaran, pihaknya menilai tindakan cepat justru sangat diperlukan saat kondisi bencana saat ini.

“Kita harus pastikan secepatnya bahwa ada cadangan beras di rumah-rumah penduduk yang bisa sewaktu-waktu mengisi perut yang terancam lapar. Kita harus segera droping beras kerumah masyarakat kategori miskin tanpa harus terjerat masalah hukum di kemudian hari,” terangnya.

Salah satu cara yang mungkin kita tempuh, sambung bupati, dengan memgacu kepada Surat Ddaran Gubernur Sumatera Barat 28 Maret 2020 dimana mulai hari Rabu (01/04/2020) sudah mulai menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat.

“Basisnya adalah Masyarakat yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kabupaten Agam Tahun 2019. Kita terpaksa memakai data lama karena updating data dijadualkan akan selesai dilakukan pada Juli ini,” tukasnya.

Pihaknya menyadari akan terjadi gejolak di tengah masyarakat terutama bagi yang tidak tercatat pada DTKS namun terkena dampak ekonomi langsung dari pendemi COVID-19. Pihaknya akan carikan skema lain untuk membantu mereka yang belum terdata dalam DTKS.

“Caranya dengan menyalurkan bantuan langsung berupa beras dan bahan makanan lainnya. Persoalannya data pendukung yang lengkap dan akurat belum tersedia sehingga pihak Gugus Tugas Kecamatan dan Nagari tidak dapat segera menyalurkan bantuan. Karenanya kita tunda dulu beberapa hari kedepan tanpa harus menunda bantuan terhadap masyarakat yang tercatat dalam DTKS yang sudah jelas basis datanya,” terangnya. (KP-Pit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here