Lubuk Basung – Pimpinan Yayasan Raudhah, Firdaus M, S.Si menyebut tabungan sapi memiliki banyak keuntungan. Salah satunya sebagai bentuk investasi yang dapat menghindari perilaku riba.

Dijelaskan Firdaus, selema beberapa tahun ini dirinya telah mempraktekan tabungan sapi. Dikatakan, selama beberapa tahun ini sapi-sapinya terus beranak pinak, dan nilai investasinya terus meningkat.

“Saya hadiahkan sapi-sapi itu untuk anak-anak saya, seperti halnya putri pertama dan kedua begitupun dengan putri yang ketiga ini yaitu menghadiahi mereka berupa seekor anak sapi setelah 1 bulan usianya. Sapi tersebut saya peroleh dari peternakan Raudhah Farmku,” ujarnya, Rabu (17/6).

Menurutnya, ada kategori yang perlu diperhatikan orang tua dalam hal memberikan hak anak. Pertama nafkah yang jumlahnya bisa berbeda satu dengan lainnya. Anak yang masih TK tentu berbeda dengan yang sudah kuliah.

“Kedua hadiah, nah untuk hadiah orang tua mesti memberikan hak yang sama tanpa boleh dibedakan antara satu dengan lainnya.
Andaikan ada orang tua yang membedakan maka itu adalah bentuk sederhana dari ketidakadilan orang tua pada anak-anaknya,” jelasnya.

Dia mencotohkan hadiah yang diberikan kepada anak pertamanya. Saat ini anak pertamanya sudah memiliki tiga ekor sapi berusia 5,5 tahun.

“Fatiha anak pertama saya, waktu itu saya hadiahi seekor anak sapi. Walaupun ia tidak tau seperti apa sapinya, karena sapi tersebut dipelihara oleh petani, namun Fatiha tetap mendapatkan bagian dari tabungannya, ketika sapinya sudah beranak pinak. Saat ini si sulung Fatiha yang berusia 5.5 tahun sudah memiliki 3 ekor sapi,” ungkapnya.

Dirinya berprinsip, sapi tersebut dipergunakan ketika si anak sudah benar-benar butuh. Saat ini tabungan sapi yang diberikan ke anak-anaknya akan dijadikan investasi yang akan dicairkan suatu saat.

“Kalau untuk pendidikan mungkin 10 atau 15 tahun lagi saat ia butuh untuk tambahan keperluan pendidikan lebih lanjut, maka bisa maurak puro tabungan,” imbuhnya.

Dia menjelaskan keuntangan tabungan sapi melalui pola beternak sapi. Jika diusahakan dengan baik, perkembang biakan sapi akan terlihat dari tahun ke tahun.

“Itungan normalnya begini, seekor sapi betina yang berusia 2 tahun sudah bisa menjadi induk. Tahun ketiga biasanya sudah mempunyai anak, anggaplah anaknya betina, tahun ke empat bisa nambah lagi anaknya, nah pada tahun kelima si induk sudah beranak lagi untuk ketiga kalinya, sedangkan anak pertamanya juga siap menjadi induk,” terangnya.

Jadi tanpa perlu menjual sistem, lanjutnya, karena yang bernilai itu adalah produknya, juga tidak perlu kaki-kaku di bawah kita dengan pembelian produk minimal layaknya usaha multi level marketing.

Firduas lebih yakin dengan pola tabungan sapi dengan melihat pertumbuhan sapi yang diberikan kepada anak keduanya. Dikatakannya saat ini sapi tersebut akan melahirkan anak sapi.

“Anak kedua Nadziva pun demikian sapinya sekarang sedang bunting anak pertama, mungkin tahun ini melahirkan. Nah untuk putri ketiga Hafsah Maheera Firdaus juga diberikan sapi yang saya pegang ini,” katanya.

Dijelaskan Firdaus, memang normalnya usia kandungan sapi itu kurang lebih 9 bulan. Dikatakan, kalau tidak cesar seperti manusia, sapi bisa melahirkan sekali dalam setahun.

“Makanya saya memilih logika sederhana tabungan untuk anak itu berupa sapi.
Jika Allah izinkan berkembang biak, nilai tambahnya tidak seperti Ribawi, dan setiap waktunya tidak akan tergerus oleh inflasi,” tutupnya. (KP-Pit)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here