Lubuk Basung – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Basung, Suroto jelaskan kronologis insiden kecelakaan yang melibatkan mobil pembawa Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang terjadi pada Sabtu (13/6) di Kabupaten Solok.

Suroto membenarkan telah terjadi kecelakaan yang membawa WBP dari Lapas Lubuk Basung ke Lapas Narkotika Sawahlunto. Kecelakaan terjadi pada Sabtu tanggal 13 juni 2020 sekira pukul 08.10 WIB di jl. Raya Solok- Padang Tonggak Tujuh, Kacang, X Koto Singkarak Kab. Solok.

Dikatakan Suroto, pukul 06.00 WIB pihaknya berangkat dari Lapas Kelas IIB Lubuk Basung yang membawa 4 orang warga binaan kasus narkotika dan 5 petugas Lapas menuju Lapas Khusus Narkotika di Sawahlunto. Pihaknya berangkat menggunakan mobil tahanan yang dipinjam secara resmi ke Kejari Agam.

Dijelaskan Suroto pemindahaan warga binaan tersebut, sebagai pencegahan dini, warga binaan yang diduga masih menggunakan narkotika. Pasalnya, Lapas Kelas IIB Lubuk Basung tidak mempunyai sarana rehabilitasi tahanan narkotika.

“Terkait pemindahan, kami telah berkoordinasi dengan Kadivpas untuk izin pemindahan, dan permohonan itu telah disertai persetujuan dari pihak Kalapas Narkotika Sawahlunto,” ujar Suroto kepada sejumlah awak media, Senin (15/6) di Lubuk Basung.

Kami laksanakan pemindahan pada pukul jam 06.00 Wib, sambung Suroto, untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan mengurangi kemacetan di jalan.

Dijelaskan Suroto, pada saat kecelakaan kecepatan mobil pembawa warga binaan berkisar antara 50-60 km/jam. Mobil pembawa warga binaan bersenggolan dengan mobil truk dari arah berlawanan.

“Berhubung jalanan licin dan bergelombang mobil jadi slip dan tidak terkendali dimana sirene dalam kondisi hidup dan kondisi jalan siap baru hujan gerimis,” ungkapnya.

Akibat kecelakaan, sejumlah warga binaan dan petugas mengalami luka-luka. Disebutkan satu warga binaan mengalami patah tulang, dan telah mendapatkan perawatan medis. Tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut.

“Satu orang warga binaan patah tulang, dua orang mengalami luka-luka dan lebam. Juga ada petugas yang mengalami memar. Pasca kejadian mereka dirawat di RSUD M. Nasir Solok,” jelasnya.

Satu warga binaan yang tidak mengalami luka-luka, sambung Suroto, tidak memerlukan perawatan medis. Warga binaan yang bersangkutan telah dititipkan di Lapas Solok.

Sementara untuk biaya pengobatan, pihak Lapas Lubuk Basung telah mengkoordinasikan dengan Pihak Jasa Rahaja.

Terkait prosedur pemindahan, Suroto mengatakan pihaknya telah mengikuti SOP yang ditentukan terkait aturan pemindahan warga binaan. Kemudian, satu petugas lapas mengawal satu warga binaan, dan satu lagi petugas yang mengendarai mobil.

Jika ada simpang siur informasi, lanjut Suroto, pihaknya mengklarifikasi informasi yang menyatakan mobil pembawa warga binaan melaju dengan kecepatan tinggi adalah tidak benar. Pihaknya mengatakan insiden tersebut murni musibah kecelakaan.

“Kemudian jika ada informasi yang menyebut kalau yang membawa mobil adalah warga binaan, maka kami pastikan informasi tersebut tidak benar,” tegas Suroto.(KP-Pit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here