Lubuk Basung – Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Agam, Rio Rizal menyebut kasus penyalahgunaan narkotika dan asusila merupakan kasus tertinggi di wilayah setempat. Dibutuhkan sinergitas banyak pihak untuk menanggulangi kasus tersebut.

“Untuk di Agam kasus perkara penyalahgunaan narkotika angkanya cukup tinggi, mencapai 70-80 persen dari semua perkara,” ujar Rio Rizal saat pemusnahan barang bukti perkara, Kamis (9/7).

Dikatakan, sebagai penanggulangan agar tidak ada lagi masyarakat Agam terjerumus dalam perkara narkotika dapat dimulai dari lingkungan tempat bekerja. Pihaknya mengajak seluruh pimpinan instansi kedinasan dan lembaga untuk menjaga anggota masing-masing. Pihaknya berharap jangan ada pegawai atau aparat yang tersandung persoalan tersebut.

“Ini tugas kita bersama, misalnya di sini tugas saya menjaga staf dan keluarga agar tidak terjerumus dalam persoalan narkoba,” tuturnya.

Kasus kedua terbesar adalah perkara asusila. Disebutkan kasus asusila banyak melibatkan anak-anak di bawah umur, baik sebagai pelaku maupun korban.

Menurut Rio Rizal, hukuman bagi pelaku pencabulan tidak tanggung-tanggung. Hukuman yang dijatuhkan rata-rata antara 7 hingga 12 tahun.

“Umur mereka masih sangat muda, untuk itu, ini tugas kita untuk menasehati agar jangan sampai terjadi lagi pelaku dan korban di bawah umur,” imbuhnya.

Menurutnya, maraknya kasus pencabulan lantaran tidak tersaringnya konten-konten akibat kemajuan teknologi dan informasi.

“Kok cabulnya banyak sekali, di koran-koran, apa yang salah, mungkin dampak kemajuan teknologi,” pungkasnya.

Tercatat, setidaknya 98,33 gram narkotika jenis sabu dan 40 butir pil ekstasi dimusnahkan. Sementara narkotika jenis ganja sebanyak 5.476, 15 gram.

Selain itu juga dimusnahkan barang bukti perkara kehutanan, sebanyak 28 lembar kayu meranti. Perkara BKSDA, pemusnahan satwa yang dilindungi berupa burung enggang jambul. Perkara UU Darurat, 1 pucuk senjata api rakitan laras pendek. (KP-Pit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here