Jumlah sapi yang dipotong pedagang dan masyarakat di Kabupaten Agam menjelang Lebaran tahun ini, diprediksi menurun.

Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Iswan Hendri, kepada AMC via ponsel, Selasa (11/5) menyebutkan, berkurangnya jumlah sapi yang dipotong karena berkurangnya daya beli masyarakat.

Hal itu dijelaskannya berdasarkan pantauan dari sejumlah pedagang di pasar tradisional di Kabupaten Agam.

“Banyak pedagang kita memberi alasan, karena perantau tidak begitu banyak pulang kampung sehingga mereka mengurangi memotong,” jelasnya.

Biasanya, jelas Iswan, apabila perantau banyak pulang, maka masyarakat atau keluarga di kampung akan melebihkan membeli daging untuk dikonsumsi saat lebaran bahkan ada yang dibawa ke rantau.

Iswan menerangkan, berkurangnya jumlah sapi yang dipotong terjadi sejak pandemi melanda.

Dari data yang diperolehnya di lapangan, sapi yang akan dipotong tahun ini diperkirakan sebanyak 452 ekor, dibanding pada 2020 sebanyak 463 atau turun sekitar 0,98 persen.

Sedangkan pada 2019 jumlah hewan potong jauh lebih tinggi, sebanyak 668 ekor.

“Akibat dari berkurangnya sapi yang dipotong, maka harga juga akan naik,” ujarnya.

Iswan menyebutkan, harga daging sapi biasanya sekitar Rp120.000/kilogram, naik menjadi Rp130.000 sampai Rp140.000/kilogram.

“Ini berdasarkan pantauan kita di pasar tradisional Tanjung Raya dan Lubuk Basung. Untuk Tanjung Mutiara, kita belum bisa pastikan harganya,” jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya akan terus memantau harga daging ke sejumlah pasar tradisional, agar harga daging tetap stabil. (Fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here