Lubuk Basung – Jelang bulan puasa ramadan, Pemerintah Kabupaten Agam bakal menyalurkan bantuan bagi 8.500 KK terdampak Covid-19. Bupati Agam, Dr. H. Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah menginstruksikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) Covid-19 segera menuntaskan pendistribusian bantuan.

Menyikapi instruksi tersebut, Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan dan Satgas Penanganan Dampak Ekonomi Covid-19 Kabupaten Agam bergerak cepat untuk menuntaskan pendistribusian Bantuan Tahap II.

“Setelah menyelesaikan pendistribusian bantuan bahan pokok tahap I, Pemerintah Kabupaten Agam melalui Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan dan Satgas Penanganan Dampak Ekonomi Covid-19 Kabupaten Agam segera menuntaskan pendistribusian bantuan tahap II,” ujar Ketua Harian GTP2 Covid-19 Kabupaten Agam, H. M. Dt. Maruhun, Rabu (15/4).

Dijelaskan H. M. Dt. Maruhun yang juga sebagai Sekda Kabupaten Agam, bantuan tahap II ini diperuntukkan bagi mubaligh, guru mengaji di TPA/MDA, garin mesjid, guru honor, operator di SLTA/SLTP/SD, dan Panti Asuhan.

Mengenai pendistribusian bantuan ini, masih sama dengan yang terdahulu, dan ditargetkan rampung menjelang tanggal 16 April ini , tukuk Ketua GTP2 Agam ini

“Dengan didistribusikannya bantuan ini, berarti sebanyak 8.500 KK lagi dari warga Agam dipastikan sudah aman persediaan berasnya memasuki ibadah puasa ramadhan tahun ini,” ungkapnya.

Pada kesempatan terpisah, Bupati Agam, Dr. Indra Catri mengingatkan pentingnya percepatan pendistribusian bantuan ini  untuk menjaga suasana nyaman dan tenang memasuki bulan suci Ramadhan.

Pihaknya menegaskan bahwa dengan mematuhi protokoler penanganan Covid-19, banyak diantara profesi dan komunitas masyarakat mengalami penurunan dan bahkan ada yang kehilangan penghasilan, seperti para mubaligh, garin mesjid, dan yang lainnya.

“Dengan bantuan yang diberikan ini, setidaknya untuk satu bulan kedepan, para mubaligh, garin mesjid, dan yang lainnya tidak lagi memikirkan ketersedian beras di rumahnya,” ulasnya. (KP-Pit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here