Lubuk Basung – Kepala Kantor Kemenag Agam Edy Oktaviandi menyebutkan, di Kabupaten Agam ada sebanyak 424 jamaah haji yang dibatalkan pemberangkatannya. Meski begitu, mereka akan menjadi prioritas pada ibadah haji 2021 mendatang.

Pembatalan pemberangkatan jamaah haji 2020 tersebut berdasarkan keputusan Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor 494 tahun 2020.

“Keputusan ini diambil mengingat pandemi Covid-19 masih melanda hampir seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi,” ujarnya, Selasa (2/6).

Menurutnya, pembatalan pemberangkatan jamaah haji ini adalah sebuah keputusan yang cukup pahit dan sulit bagi pemerintah. Namun setelah melalui kajian mendalam dari berbagai aspek, pemerintah meyakini penundaan pemberangkatan ibadah haji tahun ini merupakan keputusan terbaik saat kondisi sekarang.

Dijelaskan Edy, jamaah haji Kabupaten Agam sudah melunasi biaya hajinya. Namun untuk biaya haji 2021, menurutnya akan ada penyesuaian apakah biayanya turun, tetap atau naik.

“Jika biayanya turun, maka kelebihan biaya hajinya akan dipulangkan. Apabila naik, itu sudah konsekuensi jamaah haji,” terangnya.

Terkait ada atau tidaknya penambahaan kuota jamaah haji pada 2021, dampak dari pembatalan tahun ini, Edy Oktaviandi belum bisa memastikan. Karena ia belum mendapatkan informasi dari pusat.

“Sementara itu, Calon Jemaah Haji (CJH) yang sudah mendaftar ada sekitar 20 ribu orang, dengan daftar tunggu sampai tahun 2040,” tutupnya. (KP-Pit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here