Gasan kaciak – Dampak pandemi COVID-19 berimbas ke semua sektor, termasuk sektor perikanan. Pembatasan ruang gerak dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Agam, berimbas pada ekonomi masyarakat nelayan karena aktivitas melautnya terhenti selama beberapa pekan.

Camat Tanjung Mutiara Hidayattul Taufid, mengatakan dalam masa Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman COVID-19 ini, untuk mengenjot perekonomian, masyarakat nelayan Gasan Kaciak Nagari Tiku Selatan Kecamatan Tanjung Mutiara membentuk Kelompok Nelayan Penghasil Udang yang berbadan hukum.

Pembentukan Kelompok Nelayan Penghasil Udang ini merupakan hasil dari rapat koordinasi Forkopimca Tanjung Mutiara yang dihadirinya bersama Kapolsek Iptu Muswar Hamidi, ninik mamak, ketua pemuda, dan masyarakat nelayan Gasan Kaciak Nagari Tiku Selatan Kecamatan Tanjung Mutiara baru-baru ini.

“Pada dasarnya kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dalam masa new normal,” ujar camat.

Diungkapkan, saat PSBB kemarin, sektor perikanan khususnya penghasil udang di Tanjung Mutiara, ikut terimbas.

“Untuk meningkatkan kembali kesejahteraan masyarakat dalam masa new normal ini maka Forkopimca dan beberapa tokoh masyarakat berinisiatif untuk membentuk Kelompok Nelayan Penghasil Udang yang berbadan hukum,” ujar Hidayattul Taufid.

Ditambahkan, dalam rapat koordinasi tersebut juga disepakati untuk membangun Tempat Pelelangan Udang di daerah Gasan Kaciak. (KP-Pit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here