Gara-gara SILETON, Antrian Panjang Warga di Disdukcapil Agam Lenyap

  • Whatsapp

LUBUK BASUNG – Tak seperti biasa, rasanya ada yang aneh dan mengganjilkan ketika mata tertuju ke halaman Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Agam hari ini, Senin (14/3/2022).

Biasanya setiap hari kendaraan sepeda motor tak henti-hentinya keluar-masuk dan parkir di halaman kantor tersebut.

Belum lagi para pedagang makanan dan minuman biasa banyak nongkrong didepan kantor itu, kini hanya beberapa saja. Tempat yang biasa ramai oleh masyarakat mengurus administrasi kependudukan (adminduk) itu kini telah sepi.

Setelah ditelusuri ke dalam kantor Dinas Dukcapil Agam itu, ternyata Sistim Informasi Layanan Elektronik Terintegrasi Online (SILETON) penyebabnya.

Kepala Dinas Dukcapil Agam Helton SH, Senin (14/3/2022) mengatakan, sejak pihaknya meluncurkannya aplikasi layanan administrasi kependudukan (adminduk) itu ke nagari-nagari, masyarakat tidak perlu lagi repot bolak-balik mengurus adminduknya ke kantornya tersebut.

Kadisdukcapil Agam

Saat ini ungkap Helton, sudah 71 dari 82 pemerintah nagari (Pemnag) di Kabupaten Agam menggunakan sistem layanan SILETON dan masyarakat sudah bisa memanfaatkan layanan itu di Pemnag sesuai domisili masing-masing, kecuali perekaman dan cetak KTP dan KIA.

“Rata-rata ada sekitar 150 sampai 250 warga setiap harinya, itu makanya kantor pelayanan masyarakat kita ini sudah mulai sepi,” ujar Helton.

Namun untuk saat ini, perekaman KTP hanya bisa dilakukan di Disdukcapil Agam, kantor-kantor Pemerintah Kecamatan dan kantor Perwakilan Belakang Balok Bukittinggi.

“Khusus mencetak KTP-E dan KIA, selain hanya di Disdukcapil Agam, bagi masyarakat wilayah Agam Timur bisa juga datang ke Kantor Perwakilan Belakang Balok Bukittinggi mencetaknya,” terang Helton.

Jadi imbuh Helton, pelayanan SILETON di masing-masing Pemnag saat ini hanya bisa melakukan pengajuan permohonan layanan dan mencetak adminduk lainnya.

“Sabar, sebentar lagi Pemnag akan kita arahkan mencetak KTP-E dengan menggunakan mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) yang saat ini tengah diusulkan,” ungkap Helton lagi.

Terobosan yang dilakukannya sejak tahun lalu itu, tujuannya agar masyarakat lebih praktis mengurusnya dan antrian layanan adminduk di Dinas Dukcapil Agam tidak ramai seperti dulu.

“Layanan SILETON ini selain cepat dan mudah selesai, masyarakat pun sudah tidak terbebani biaya lagi karena tidak perlu datang langsung ke kantor Disdukcapil di Lubuk Basung,” tuturnya.

Hingga sekarang sebut Helton, sudah 25.297 permohonan layanan adminduk masyarakat di 71 nagari masuk lewat layanan SILETON dan dari sebanyak itu 22.708 sudah diproses.

“Bayangkan, jika 25.297 layanan adminduk masyarakat itu harus diurus mereka ke Disdukcapil Agam di Lubuk Basung dan anggap mereka rata-rata berbiaya Rp100 ribu, jika dikalikan dengan 25.297 warga, sebanyak Rp25 Milyar lebih uang dihematkan untuk itu,” ulas Kadisdukcapil Agam ini.

Walau kebijakan ini sudah lama diberlakukan, diakui Helton yang biasa disapa Leton ini, masih banyak masyarakat yang belum tahu, sehingga masih ada yang datang mengurus langsung ke Dinas Dukcapil Agam. (Anizur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.