Fakta Kondisi Kehamilan Sungsang yang Ibu Perlu Ketahui

  • Whatsapp

Komapos.com – Selama kehamilan,janin di dalam kandungan pada umumnya akan berputar dan mengubah posisi. Namun, keadaan ini tidak akan berlangsung lama karena pada akhirnya janin akan menetap pada posisi kepala di bawah setelah usia kehamilan 36 minggu. Kondisi ini merupakan posisi janin yang normal dan paling aman untuk dilahirkan.

Meski begitu, terkadang ada saja janin yang berada dalam posisi tidak normal ketika menjelang persalinan. Salah satunya seperti berposisi vertikal dengan kaki di bawah. Kondisi ini dikenal dengan istilah sungsang.

Nah, bagi ibu yang baru pertama kali hamil, tak ada salahnya untuk mengetahui lebih dalam mengenai posisi bayi sungsang. Yuk, ketahui fakta beserta penjelasannya di sini!

Fakta Kondisi Kehamilan Sungsang

Berikut adalah penjelasan mengenai fakta kondisi kehamilan sungsang berdasarkan beberapa aspek, antara lain:

  1. Tanda-tanda Posisi Janin Sungsang

Pada umumnya ibu baru bisa merasakan bahwa ibu mengalami kehamilan sungsang ketika kehamilan sudah mencapai usia di atas 36 minggu. Salah satu tanda bayi mengalami posisi tersebut adalah bila ibu merasakan kondisi kepala bayi menekan bagian perut atas atau ibu merasa bayi menendang-nendang di bagian perut bawah. Bila sudah begitu, sebaiknya segera tanyakan ke dokter kandungan untuk mendapatkan kepastian posisi janin.

  1. Penyebab Posisi Janin Tidak Normal

Sebenarnya penyebab seorang ibu mengalami kehamilan sungsang belum diketahui secara jelas. Namun diduga salah satu kondisi yang bisa memicu kehamilan sungsang adalah kadar cairan ketuban yang masih sangat banyak di sepanjang kehamilan. Selain itu, bayi yang lahir prematur dan bayi kembar lebih rentan untuk mengalami posisi sungsang.

  1. Risiko Komplikasi dari Kehamilan dan Persalinan Sungsang

Sebenarnya kehamilan sungsang sendiri bukanlah merupakan suatu kondisi yang berbahaya, hingga pada tiba saatnya waktu persalinan. Namun terdapat risiko bila bayi yang sungsang ini tetap dilahirkan secara normal melalui alat vital atau alat kelamin.

Beberapa risiko yang bisa terjadi antara lain, bayi bisa mengalami cedera selama proses persalinan. Selain itu komplikasi lainnya yang bisa muncul adalah tali pusar dapat terjepit selama proses persalinan sehingga berisiko menyebabkan kerusakan saraf dan otak bayi akibat kekurangan oksigen.

  1. Lahir Secara Caesar

Apabila bayi masih berada pada posisi sungsang hingga mendekati hari persalinan, maka dokter kemungkinan akan merekomendasikan operasi caesar pada ibu. Namun pada beberapa kasus, operasi caesar bukanlah pilihan yang terbaik, karena disebabkan bila proses persalinan berjalan terlalu cepat, persalinan normal melalui alat vital menjadi pilihan satu-satunya.

Selain itu, bila ibu hamil bayi kembar dan mengalami posisi bayi yang lahir pertama posisinya normal dan yang kedua posisinya sungsang, maka pilihan yang terbaik adalah melahirkan kedua bayi secara normal melalui alat vital.

Melakukan operasi caesar untuk melahirkan bayi sungsang, tetap memiliki risiko yang akan dihadapi oleh ibu, seperti perdarahan, infeksi, termasuk kemungkinan bahwa ibu dan bayi perlu dirawat di rumah sakit lebih lama.

  1. Jenis-Jenis Posisi Bayi Sungsang Dapat Bervariasi

Ada 3 jenis utama posisi sungsang dan semuanya melibatkan bayi dalam posisi bawah-bawah, kepala-atas. Variasinya meliputi:

Frank breech: kaki bayi lurus ke atas di depan tubuhnya dalam bentuk V, sehingga kakinya berada di dekat wajahnya.

Sungsang lengkap atau tertekuk: bayi dalam posisi duduk dengan kaki disilangkan di depan tubuhnya dan kakinya di dekat bagian bawahnya.

Footling breech: salah satu atau kedua kaki bayi menggantung di bawah bagian bawahnya, sehingga kaki atau telapak kaki lebih dulu.

Itulah beberapa fakta kondisi kehamilan sungsang beserta penjelasannya. Mulai dari tanda-tanda posisi janin sungsang hingga jenis-jenis posisi bayi sungsang. Maka dari itu, dianjurkan bagi ibu hamil untuk secara rutin memeriksakan kondisi bersama dokter kandungan. Tujuannya tentu saja untuk mengetahui kondisi kesehatan baik bagi ibu maupun janin yang dikandung.

@halodoc

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.