Erick Thohir Bongkar Kisah KKN Desa Penari

  • Whatsapp

Komapos.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membagikan keseruan membongkar cerita menarik di balik film KKN di Desa Penari yang menyita perhatian publik.

Film horor garapan MD Pictures ini memecahkan rekor sebagai film nasional terlaris sepanjang masa dengan jumlah 7 juta penonton dalam waktu 19 hari, sejak tayang 30 April 2022.

“Siapa yang sudah nonton KKN di Desa Penari? Cerita ini sangat menarik kita gali,” ujar Erick Thohir memberi bocoran lewat tayangan di IGTV akun Instagramnya @erickthohir.

Dalam tayangan IGTV tersebut, Erick nampak berbincang langsung dengan Sudirman, pengelola dan penjaga kawasan wisata religi Rowo Bayu di Dusun Kentangan, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Erick Thohir menanyakan apakah cerita KKN di Desa Penari merupakan kisah nyata, bukan mitos atau dongeng belaka.

Kepada Erick, Sudirman menegaskan, cerita dalam film tersebut memang benar-benar kisah nyata yang terjadi di hutan dekat wisata Rowo Bayu.

“KKN di Desa Penari berangkat dari tahun 2008. Ada enam mahasiswa dari Surabaya,” kata Sudirman.

Erick Thohir bahkan mengungkapkan bakal mengunjungi lokasi KKN di Desa Penari tersebut.

Rowo Bayu memiliki sumber mata air yang disebut menjadi salah satu lokasi pengambilan gambar film KKN di Desa Penari.

“Mengupas kebenaran di balik cerita KKN di Desa Penari langsung dari Pengelola dan Penjaga Rowo Bayu, Bapak Sudirman. Belum sempat nonton, tapi dengerin ceritanya saja sudah merinding. Kalian sudah nonton,” demikian keterangan postingan video interview Erick Thohir dengan Sudirman.

“Ini kisah nyata pak. Cerita Desa Penari berangkat dari KKN 2008. Itu ada 6 mahasiswa dari Surabaya. Nah dalam studi kasusnya, dua remaja ini ada ikatan asmara. Sehingga dalam menjelajah itu tidak di situs. Keluar situs. Agak di utaranya,” kata Sudirman.

Dia melanjutkan, di sana mereka bertemu dengan seseorang.

“(Mereka) diajak mampir ke rumahnya. Sampai di rumahnya, mereka diberi suguhan, makanan, dan lain-lain. Dan ceritalah ini desa apa. Si mahasiswa tanya begitu. Dijawablah ini Desa Penari,” katanya.

“Karena sudah sore, mereka pamit pulang. (Saat) pulang itu diberi bingkisan. Bingkisan ini bagus, kemasannya pakai kertas koran gitu kan. Dimasukkan di tas, dibawalah pulang,” sambung Sudirman.

Sesampainya di Rowo Bayu, kedua mahasiswa ini menceritakan suguhan dan bingkisan yang mereka dapat ke teman-temannya.

“Ceritalah mahasiswa ini, bahwa mereka dari atas dan ada desa, namanya Desa Penari. Nah, protes teman-temannya..nggak mungkin, nggak ada desa (tidak percaya),” papar Sudirman.

Menurut Sudirman, mereka berdua kemudian membuka oleh-oleh itu.

Mahasiswa itu pun dikejutkan dengan isi koran kertas berupa kepala kera baru dipotong.

“Si (mahasiswa) laki-laki langsung pingsan. Dalam beberapa hari kemudian meninggal. Kemudian (mahasiswa) ceweknya, menyusul (meninggal) satu bulan kemudian,” tambahnya.

“Itu cerita yang sesungguhnya dari versi Kepala Desa, Rowo Bayu. Dan KKN-nya tahun berapa, tanggal berapa, semuanya tercatat,” tutup Sudirman.

Di akhir video, Erick Thohir mengungkapkan, dirinya tertarik mengunjungi Desa Wisata ini, tetapi ia minta akan datang pada siang hari.

“Saya sudah dua kali ke Banyuwangi, berarti ada yang ketiga-nya nanti. Untuk melihat desa wisata. Tapi ke Desa Penari siang-siang saja. Nanti ada yang tertinggal, saya takut,” ujar Erick Thohir sambil tersenyum.

“Kita kawal pak,” kata Sudirman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.