Agam.Komapos.com – Para pedagang yang ada ditempat Ojek wisata pantai Tiku mulai merasa agak lega semenjak diberlakukannya Era New Normal walau tidak signifikan, kehadiran pengunjung yang sempat sepi sebelum diberlakukan new normal sangat mempengaruhi perekonomian mereka.

Ekonomi masyarakat setempat kembali menggeliat seiring mulai di bukanya kawasan wisata untuk pengunjung

Salah seorang pedagang yang ada ditempat wisata Pantai Tiku, Maria (34) mengatakan, terjadinya Covid-19 kemudian diberlakukannya PSBB, cukup berdampak terhadap omset jualannya. Hal itu dirasakan seluruh pedagang di kawasan setempat.

“Semenjak dibolehkannya kunjungan wisata pada masa new normal, baru ada pengunjung yang datang, kami mulai semangat lagi berdagang,” terangnya saat di konfirmasi, Komapos.com. Rabu (29/7).

Perihal anjloknya perekonomian masyarakat selama Covid-19, dan diberlakukan PSBB, hal tersebut dibenarkan Satria Kepala Dinas Parawisata, Pemuda dan Olah Raga ( Disparpora ) Kabupaten Agam, yang mengatakan, semenjak diberlakukan New normal, perekonomian masyarakat kembali melonjak walau tidak seperti sebelum Covid-19.

“Sejak dibuka objek wisata, meski tidak signifikan, ekonomi masyarakat, seperti pedagang kuliner dan cindera mata di tempat wisata boleh dibilang kembali menggeliat,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, tidak signifikan omset para pedagang karena pengunjung objek wisata saat ini masih berasal wisatawan lokal Kabupaten Agam. Hal itu ditengarai belum masuknya biro perjalanan ke wilayah setempat.

“Lengunjung ojek wisata masih sekitar warga kabupaten Agam , karena tamu yang datang dari biro perjalanan luar daerah belum masuk,” imbuhnya.

Walaupun sudah diberlakukannya Era new normal, karena suasana masih dalam pandemi Covid-19, pihaknya menghimbau kepada para pengunjung tempat objek wisata agar tetap mematuhi Protokol Covid-19, masker bila hendak keluar, mencuci tangan dengan sabun ditempat yang telah disediakan dan atur jaga jarak aman.

Selain itu, pihaknya juga telah mempersiapkan transaksi non tunai di sejumlah tempat wisata, seperti di Objek Wisata Linggai Park, untuk mengurangi kontak langsung antara pengelola dan pengunjung.

 

(KP-Jen).


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here