Komapos.com – Lembaga Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bawan merespon dugaan teror yang dialami dua tokah adat, Khaidir Dt Palimo Dirajo dan Aprianto Dt Majolelo, di Kecamatan Lubuk Basung, dini hari. KAN Bawan meminta pihak berwajib untuk mengusut kejadian tersebut hingga tuntas.

Ketua KAN Bawan, Adrian Dt Kando Marajo kepada awak mendia menyebut, ada unsur kesengajaan atas peristiwa tersebut. Untuk itu, pihaknya telah melaporkan kejadian itu kepada pihak berwajib.

“Diduga kuat ada unsur kesengajaan, karena di lokasi ditemukan botol bersumbu menyerupai bom molotov dan dirijen minyak. Maka dari itu, kami melaporkan ke pihak yang berwajib,” ujarnya, Kamis (1/4).

Menurutnya, kejadian seperti ini sangat jarang terjadi di Agam. Pihaknya berharap pihak berwajib untuk mengusut kasus yang mengancam keselamatan itu hingga tuntas.

“Mujur tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian yang dialami Khaidir Dt Palimo Dirajo diperkirakan mencapai Rp 100 juta. Sementara, Aprianto Dt Majolelo diperkirakan mencapai Rp 150 juta,” sebutnya.

Sementara, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Agam, AKP Fahrel Hariz SH mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan di lokasi kejadian dan seluruh barang bukti sudah diamankan.

“Untuk saat ini, kami belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut, karena masih dalam penyelidikan. Nanti, kalau ada perkembangan kita informasikan,” tukasnya.

Diketahui, insiden tersebut terjadi nyaris bersamaan berawal dari bunyi ledakan hingga kebakaran hebat sekitar pukul 03.00 WIB di kediaman Khaidir Dt Palimo Dirajo dan selisih 15 menit ditempat Aprianto Dt Majolelo. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here