Lubuk Basung – Bupati Agam, Dr. Indra Catri menguraikan bahwa proses tracking yang dilakukan di Agam sesungguhnya dibagi dalam 3 cluster yaitu: cluster “JN”, cluster “AG” dan cluster “WM”.

Ketiga cluster tersebut memiliki karakter yang berbeda dan cukup menarik untuk dicermati dan terlihat sangat berpengaruh terhadap pola penyebaran Covid-19 di Agam.

Indra Catri mencontohkan untuk kasus “JN”, sebagai Urang Sumando di Agam, dalam kesehariannya lebih banyak memanfaatkan waktunya bekerja di Payakumbuh. Kalau pulang ke rumah anaknya di Padang Tarok biasanya sudah larut malam dan besok pagi-pagi sudah kembali lagi ke Payakumbuh.

“Waktunya untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungannya sangat terbatas di Padang Tarok. Hal ini dibuktikan bahwa hanya salah seorang dari dua anaknya yang terpapar Covid-19 di Padang Tarok,” jelasnya.

Beda halnya dengan “AG” di Koto Baru Baso. Dikatakan, beliau merupakan sosok yang sangat komplit selaku orang Agam. Beliau tokoh di kampungnya. Beliau seorang pengrajin peralatan pancing yang memiliki banyak kontak dan langganan. Beliau juga sosok orang tua yang taat beribadat ke mesjid dan memiliki pergaulan cukup luas, baik di pasar maupun di lapau. Disamping itu anak-anak beliau juga termasuk orang-orang yang memiliki jaringan luas di tengah masyarakat, antara lain berprofesi guru dan dokter. Pembelajaran yang didapatkan disini adalah jejaring “AG” lebih potensial dibandingkan dengan JN dalam penyebaran covid19.

Berdasarkan hasil hasil tracking terhadap cluster “AG” ternyata rekam jejaknya sangat luas. Fakta lapangan menunjukan bahwa aktifitas beliau sangat bervariasi. Melakukan banyak kontak dengan orang lain, dengan sebaran geografis yang luas. Beliau tercatat sebagai jama’ah Shalat Jumat dan Tarwih di Surau Labuah, sempat singgah di Pasar Koto Baru dan Pasar Baso, serta mengunjungi beberapa toko langganan beliau di Aur Kuning Bukittinggi.

Beda lagi kasusnya dengan “WM”, seorang tenaga labor di Puskesmas Lubuk Basung. Dikenal cukup supel dalam pergaulan, memiliki banyak teman, serta memiliki kegiatan usaha tambahan di luar jam dinas dan memiliki banyak kontak pada beberapa kantor di Lubuk Basung. Selama 10 hari kebelakang, “WM” tercatat pernah berbelanja Ke Aur Kuning, Ke Pasar Padang Baru, dan Pasar Lama Lubuk Basung. Sama halnya dengan “WM”, suaminya juga suka bergaul dan banyak teman dan dengan sendirinya juga memiliki banyak kontak dan tersebar luas. Sebagai seorang driver bus ke Pekan Baru juga sering melakukan perjalanan jauh. Tercatat juga sering berbelanja di Pasar Padang Baru dan Pasar Lama Lubuk Basung.

“Sampai hari ini dari cluster “J” ditemui 1 orang OTG positif dan kita terpaksa men-swab sebanyak 14 orang. Walaupun belum berakhir, dari cluster “AG” ditemui sebanyak 11 orang positif dan sehingga sudah men-swab 110 orang. Sedangan dari cluster “MW” kita sudah men-swab 130 orang, ini baru tahap awal dan kita baru bisa melihat prospeknya bila hasil swab pertama keluar besok,” terang Indra Catri.

Jadi, sambungnya lagi, banyak pembelajaran yang bisa didapatkan dari tiga kasus tersebut. Penyebaran corona sangat tergantung dengan pergerakan orang dan kontak person terutama yang terpapar virus Covid-19.

“Makanya kita berlakukan PSBB dan anjuran di rumah saja, jaga jarak, pakai masker, dan gerakan Anda selamatkan saya dan saya selamatkan Anda sangat penting untuk diamalkan,” tutupnya. (KP-Pit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here