Lubuk Basung – Dampak pandemi Covid-19 dan sejalan dengan berlangsungnya percepatan penanganan covid 19, Peternak Ayam Potong di Lubuk Basung merasakan dampak. Kendala yang paling utama dirasakan adalah soal pemasaran.

“Konsumen atau permintaan berkurang, padahal harga stabil dibulan suci Ramadhan 1441 Hijriah ini,” ungkap Infran Ramizal, pengusaha Ayam Potong di Geragahan, Senin (27/4).

Dijelaskannya, kondisi tersebut membuat kerugian pada bahan makanan dengan jumlah hari terus bertambah.

“Biasanya, usai DO (Droop Out), batas waktu pelanggan datang dan memesan ayam paling lama hanya lima hari. 10 ribu ekor ayam potong itu sudah ludes dibawa mitra kerja. Tapi sejak bencana wabah Covid-19 ini terjadi, sudah 10 hari ayam potong di DO sampai kini belum datang juga yang menjemput,” keluhnya.

Sementara, ayam yang masih berada di kandang, lanjutnya tentu tetap diberi asupan makanan. Sehingga membuat berat ayam terus bertambah.

“Semestinya berat ayam sudah terjual cukup sekitar dua kilo saja. Namun karena macet penjualan, ayam yang terus diberi makan membuat beratnya melebihi semestinya,” tuturnya.

Dikatakan, harusnya ayam potong sudah terjual sekitar 500 ekor dengan total jumlah 10 ribu ekor.

“Saya hanya bisa pasrah dengan keadaan ini. Karena memang sudah diluar kendali dan kekuasan yang Maha Kuasa. Dan saya hanya bisa berdoa dan berharap, musibah ini dapat segera berakhir,” tutupnya. (KP-Pit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here