Tanaman porang mulai menjadi primadona bagi para petani. Tak cuma punya nilai jual tinggi, tanaman porang ternyata disebut ahli termasuk tanaman yang sangat mudah ditanam.

Tanaman penghasil umbi tersebut memiliki nama ilmiah Amorphophallus muelleri. Di sebagian wilayah Indonesia, ada juga yang menyebut tanaman Porang dengan nama iles-iles.

Porang menghasilkan umbi yang pasarnya tersebar luas, mulai dari Jepang, China, Taiwan, Vietnam, Australia, dan Korea.

Di pasar ekspor, umbi porang yang diolah menjadi tepung memiliki nilai jual tinggi. Lantas, bagaimana cara menanam porang dan budidayanya?

A. Syarat Budidaya Tanaman Porang
Sebelum menanam ada 3 hal yang harus menjadi perhatian seperti berikut.

Tanah: Kriteria tanah untuk menanam porang haruslah gembur, tidak terlalu basah dengan kadar pH tanah berkisar 6 hingga 7. Struktur tanah merupakan pencampuran dengan tanah liat berpasir serta terbebas dari gulma.
Iklim: Iklim yang cocok untuk menanam porang adalah dataran tinggi dengan ketinggian 100 hingga 600 mdpl, dengan kebutuhan cahaya matahari yang cukup.
Lingkungan: Tanaman porang membutuhkan tanaman lain untuk tumbuh yakni inang atau tempat tanaman porang bernaung. Jenis tanaman yang baik menaungi tanaman porang adalah pisang, jahe, pinang, mahoni, jati, dan sonokeling.
B. Tahapan Menanam Porang
Setelah mengetahui syarat budidaya porang, berikut tahapan menanam porang:

  1. Bersihkan lahan
    Keberadaan gulma di lahan akan mengganggu pertumbuhan tanaman porang. Anda bisa menimbun rumput yang tercabut hingga membusuk di dalam tanah untuk dimanfaatkan sebagai pupuk alami.
  2. Waktu Penanaman
    Ada dua musim waktu yang tepat menanam porang. Jika menggunakan biji, musim hujan mulai Oktober hingga Desember adalah waktu terbaik untuk menanam porang.

Untuk menanamnya, anda harus terlebih dahulu melakukan pembibitan dengan menanam biji dalam polybag.

Jika pembibitan selain biji, maka musim kemarau adalah waktu terbaik untuk cara menanam porang dari katak. Anda tidak memerlukan polybag jika menanam menggunakan umbi atau katak.

  1. Jarak Tanam
    Terdapat perbedaan jarak tanam pada jenis bibit porang. Jarak tanam ini akan berpengaruh pada waktu panen.

Jika menanam menggunakan jenis bibit katak maka jarak tanam yang ideal berkisar 35 hingga 80 cm, sedangkan untuk jenis umbi berkisar 35 hingga 90 cm.

Namun jarak tanam ini bisa diperlebar sesuai keinginan apabila jenis umbi yang ditanam berukuran cukup besar.

Penambahan atau perlebaran jarak akan semakin memudahkan proses panen serta membuat tanaman porang berbuah lebih banyak.

  1. Cara menanam porang
    Sebelum menanam, siapkan lahan bertanam porang terlebih dahulu. Berikut langkah-langkah mempersiapkan lahan tanam untuk porang:

Siapkan ajir atau batang bambu untuk menegakkan tanaman
Buat jarak antar ajir 1 meter x 1 meter khusus untuk bibit umbi dan katak
Setelahnya buat lubang tanam dengan ukuran 20 cm x 20 cm x 20 cm. Namun Anda dapat menyesuaikannya dengan ukuran bibit yang dipakai
Masukkan bibit porong ke dalam lubang tanam dengan letak bakal tunas menghadap atas
Tutup lubang tanam dengan tanah setebal 3 cm
Sebagai catatan, apabila menggunakan biji jenis katak maka mata tunas jangan dibalik agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Jika menggunakan biji, masukkan akar ke dalam lubang secara hati-hati agar akar tanaman tidak rusak dan pastikan menutup lubang dengan rata.

Jika menggunakan bibit umbi, Anda tidak perlu terlalu memedulikan peletakan bakal tunas menghadap atas atau bawah.

Pemberian pupuk dasar dilakukan sebelum umbi ditanam dengan menggunakan pupuk bokashi yang dicampur dengan top soil sebanyak setengah kilo per lubang. Sedangkan untuk bibit katak, pupuk bokashi dicampur pada tanah sekitar ajir.

C. Teknik Pengembangbiakan Porang
Budidaya tanaman porang dapat dilakukan secara vegetatif dan generatif. Setidaknya ada tiga cara untuk mengembangbiakkan tanaman porang.

  1. Pengembangbiakan Bintil atau Katak
    Bibit katak bukanlah katak hewan, melainkan bintil porang yang muncul pada pangkal dan tangkai daun berwarna cokelat kehitaman.

Porang katak biasanya muncul saat masa panen, katak kemudian disimpan sampai musim penghujan tiba, lalu tanam katak pada tanah yang telah disiapkan.

  1. Pengembangbiakan Biji atau Buah
    Dalam kurun waktu 4 tahun porang akan berbunga, kemudian akan berubah menjadi buah atau biji. Satu tongkol buah mampu menghasilkan 250 butir yang dapat digunakan sebagai bibit namun harus disemai terlebih dahulu.
  2. Pengembangbiakan dengan Umbi
    Untuk porang yang berukuran kecil bisa diperoleh dari hasil pengurangan tanaman porang yang sudah rapat. Hasil pengurangan tanaman porang ini bisa dimanfaatkan kembali sebagai bibit.

Sedangkan untuk umbi porang yang berukuran besar, Anda dapat membelahnya terlebih dahulu menjadi beberapa bagian. Setelahnya bagian itu bisa ditanam pada lahan yang telah disiapkan.

D. Pemupukan Tanaman Porang
Pupuk yang bagus untuk tanaman porang adalah menggunakan pupuk organik.

Pupuk organik terfermentasi biasanya digunakan pada tahap awal pemupukan, sedangkan pupuk anorganik seperti NPK diberikan pada saat tanaman porang tumbuh besar.

Waktu ideal untuk memupuk tanaman porang adalah setelah lahan disiangi, sehingga nutrisi dapat terserap sempurna. Proses penyiangan merupakan kegiatan pencabutan gulma yang berada pada sela tanaman sekaligus menggemburkan tanah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here