Lubuk Basung – Kelakuan oknum anggota DPRD Kabupaten Pasaman berinisial M diduga tidak terima ditegur karena tidak memakai masker saat melintas di pos check point Padang Sawah, Palembayan, batas Agam-Pasaman, Selasa (12/5/2020) disinyalir melanggar kode etik lembaga DPRD Pasaman.

Menyikapi ini, DPRD Pasaman, tepatnya Badan Kehormatan Dewan, menyatakan hendak menyikapi, salah satunya, dengan mengunjungi langsung Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Agam, Senin (18/5/2020) ini. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung juga besok, Selasa (18/5/2020).

Agenda kunjungan kerja ini diketahui berdasarksn surat yang dilayangkan kepada Ketua Gugus Tugas COVID-19 Agam tertanggal 15 Mei 2020, ditandatangani ketua DPRD Pasaman Bustomi, yang isinya juga meminta petugas check point Agam di perbatasan yang bertugas sewaktu kejadian bisa dihadirkan, guna membantu memperoleh informasi yang diperlukan. Surat tersebut bernomor 170/114/Persidangan-2020, perihal Kunjungan Kerja Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Pasaman.

Informasi agenda kedatangan rombongan BK DPRD Pasaman itu juga dibenarkan oleh Asisten I Sekab Agam Rahman, sesuai surat permintaan audiensi yang dimasukan sekretariat DPRD Pasaman, yang ditujukan pada GT2P COVID-19 Agam.

Disebutkan, pihaknya masih belum mengetahui detail maksud dan tujuan kunjungan BK DPRD Pasaman tersebut, namun bisa dipastikan tujuannya adalah untuk mengklarifikasi masalah yang terjadi di posko check point Silareh Aia, Palembayan, batas Agam-Pasaman pekan lalu.

”Kita sudah siapkan penyambutan rombongan BK DPRD Pasaman itu, dan kemungkinan akan diterima langsung ketua harian GTP2 Covid-19 Agam,“ sebut Rahman kepada wartawan.(KP-Pit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here