Lubuk Basung – Sejumlah alumni Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Agam bahu-membahu jahit masker untuk disalurkan kepada warga dan tim gugus tugas di tengah pandemi Covid-19. Mereka menjahit ribuan masker dari bahan kain oxford yang biasa digunakan untuk bahan seragam.

Para alumnus BLK ini menargetkan dua ribu-an masker bakal rampung dalam waktu sepekan. Secara keseluruhan yang bekerja menjahit masker berjumlah 16 orang.

“Dalam sehari kami bisa merampungkan pembuatan masker kuruang lebih 350an masker,” kata Deno (34) alumnus BLK Kabupaten Agam saat ditemui di lokasi, Kamis (9/4).

Dikatakan Deno, aktifitas menjahit masker sudah dimulai sejak beberapa hari lalu. Dikatakan, masker yang dibuatnya ada yang dibagikan secara cuma-cuma untuk warga, tenaga kesehatan, dan warga binaan.

“Direncanakan lebih dari 3000 masker yang akan kami kerjakan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala UPT BLK Kabupaten Agam, Aris Priadi mengatakan pembuatan masker ini melibatkan para alumnus BLK Kabupaten Agam. Mengingat masker yang makin langka dipasaran, padahal keberadaannya sangat dibutuhkan.

“Untuk pembuatan masker memang dikerjakan alumni BLK, karena mereka sudah terampil dan bisa bekerja dengan cepat,” ucapnya.

Soal pemilihan kain juga tidak sembarangan. Dijelaskan, kain oxford ini terbuat dari katun dengan sedikit campuran tetoron. Pengerjaannya pun didobel agar lebih aman, selain itu masker ini bisa dipakai beberapa kali dan bisa dicuci tanpa merusak masker.

“Pembuatan masker dari kain oxford lapis dua sesuai dengan standar Dinas Kesehatan. Dengan harapan, agar bisa dipakai berulang-berulang,” kata Aris.

Setelah rampung, masker buatan BLK Agam ini bakal disalurkan ke gugus tugas Covid-19 di Kabupaten Agam dan sejumlah warga yang rentan terdampak Covid-19.

“Nantinya dibagikan ke warga yang membutuhkan juga bila tim medis membutuhkan. Sementara ini kita membuat 300 masker, yang akan distribusikan,” jelasnya. (KP-Pit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here