Lubuk Basung – Puasa tahun ini akan sangat berbeda dibandingkan puasa sebelumnya di Kabupaten Agam. Betapa tidak pemberlakuan PSBB membuat gerak masyarakat jadi terbatas, termasuk aktivitas perekonomian selama Ramadhan. Untuk menanggulanginya, Pemerintah Kabupaten Agam mengoptimalkan pasar pabukoan online.

Juru bicara GTP2 Covid19 Agam Khasman Zaini, mengatakan pihaknya bersama OPD terkait di Pemkab Agam, sudah memediasi dengan membuat daftar nama pedagang dan nomor ponsel agar bisa disorder masyarakat selama bulan puasa.

Pendataan pedagang berikut nomor ponselnya itu, sebut Khasman Zaini, dimaksudkan untuk membantu aktivitas pedagang, sekaligus masyarakat yang membutuhkan pabukoan untuk berbuka puasa.

“Sasarannya agar masyarakat tetap di rumah dan mengurai keramaian di pasa pabukoan,” sebut Khasman Zaini, Rabu (23/4).

Hal serupa juga dilakukan sebelumnya terhadap komunitas ojek yang digagas Dishub Agam, dengan membuat daftar tukang ojek dengan nomor ponsel masing-masing untuk bisa selalu aktif dalam melayani masyarakat.

Dikatakan, sesuai instruksi gubernur, penerapan PSBB sudah diberlakukan, pengaturan dan penerapan protokol medis harus tetap dijalankan di kedai-kedai pabukoan, mengatur jarak, memakai masker, dan aturan lain, sebagai upaya memutus rantai penyebaran covid19 di seluruh wilayah kabupaten Agam.

“Kami mendukung aktivitas ekonomi masyarakat saat pandemi Covid-19, dengan membantu sosialisasi secara online, baik pedagang, penjual pebukoan, ojek, termasuk konveksi,” tutup Khasman Zaini. (KP-Pit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here