Lubuk Basung – Setidaknya 8 pos pantau di lintas batas Kabupaten Agam disiagakan saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Provinsi Sumatera Barat. Aturan ketat dan pemeriksaan detail diterapkan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Ketua Harian GTP2 Covid-19 Agam, Martias Wanto menyebutkan, dalam menerapkan PSBB ini pihaknya membentuk delapan pos pantau.

“Di Malalak perbatasan Agam-Padang Pariaman, Sampan Lubuk Basung perbatasan Agam-Padang Pariaman, Tiku perbatasan Agam-Padang Pariaman, Salareh Aia Palembayan perbatasan Agam-Pasaman Barat,” ujarnya, Kamis (23/4).

Kemudian, sambungnya, posko ada di Padang Tarok Baso perbatasan Agam-Lima Puluh Kota, Koto Tinggi Baso Agam-Tanah Datar, Nan Tujuah Palupuah perbatasan Agam-Pasaman, Padang Laweh Sungai Pua perbatasan Agam-Tanah Datar.

“Di setiap pos pantau ini, akan dilakukan pemeriksaan lebih ketat dari sebelum PSBB diterapkan,” katanya.

Sesuai ketentuannya, apabila naik kendaraan umum dan pribadi, penumpang maksimal 50 persen dari kapasitasnya. Sedangkan kendaraan roda dua tidak diperbolehkan berboncengan, kecuali orang satu rumah.

“Luar dari itu tidak kita perbolehkan. Bahkan tempat duduknya juga diatur dan mereka diwajibkan untuk memakai masker,” kata Martias.

Dikatakan, masyarakat Agam sudah cukup memahami yang ditandai dengan sepinya lalulintas. Ia mengharapkan PSBB bisa diterapkan dengan optimal, supaya dapat memutus mata rantai Covid-19 yang semakin meresahkan itu.

“Intinya, dalam menerapkan PSBB Agam sudah mulai melaksanakannya dengan baik. Kita sudah siapkan petugas di perbatasan yang patroli secara mobile baik pagi, siang maupun malam,” tutupnya. (KP-Pit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here