Agam-Komapos.com – Penerapan Kenormalan Baru (New Normal) Covid-19, tujuh dari 35 pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tetap melaksanakan proses belajar mengajar (PBM) secara tatap muka
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kementerian Agama Agam, Kamiri didampingi Kasi Pondok Pesantren Yunaldi pondok pesantren yang melakukan PBM yakni, Pondok Pesantren Mualimin Pakan Sinayan, Pondok Pesantren Mualimin Sawah Dangka, Pondok Pesantren Diniah Pasia, Pondok Pesantren Darul Ulum Al Falah, Pondok Pesantren Diniah Limo Jurai, Pondok Pesantren MUS Canduang dan Pondok Pesantren Prof Buya Hamka.
“Sebelumnya ketujuh Pondok Pesantren Ini pengajuan surat ke Bupati Agam untuk melaksanakan PMB secara Tatap muka,” ujarnya Jum’at (17/7/2020).
Dijelaskannya syarat pondok pesantren yang boleh melakukan PBM secara tatap muka adalah berada di zona hijau atau ada rekomendasi dari kepala daerah. Selain itu dilihat juga pondok pesantren menyediakan sarana dan prasarana Pencegahan Covid-19 serta ada persetujuan dari orang tua santri.
Pada prinsipnya, Kemenag Agam tidak memberikan rekomendasi PBM secara tatap muka, karena Kabupaten Agam saat ini berstatus zona kuning karena ada penambahan 2 kasus positif Covid-19 pada masa kenormalan baru.
Namun demikian pihaknya tetap melakukan pemantauan PBM di pondok pesantren itu dan dari hasil pemantauan pondok pesantren tersebut tetap melakukan protokoler kesehatan menyediakan sarana prasarana Pencegahan Covid-19 serta  memeriksa santri dan orang tua yang baru datang mengantarkan anaknya.
Selain itu untuk mencegah penyebaran Covid-19 orangntua santri wajib mengantarkan anaknya menggunakan kendaraan pribadi serta tidak boleh mengunjungi anaknya hingga batas waktu yang sudah ditentukan.
“Bagi orang tua santri yang tidak memiliki kendaraan, mereka menyewa mobil secara bersama dan tidak boleh berhenti selama perjalanan,” terangnya.
(KP-Jen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here