Agam.Komapos.com – Penerapan New Normal (Kenormalan Baru), Dua Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar)  sudah mulai kembali aktivitas belajar mengajar. Hampir seluruh santri sudah kembali ke pesantren.

Kepala Kementrian Agama Edy Oktafiandi, melauik Kasubag TU, Kamiri mengatakan, Ke-dua ponpes tersebut, yakni Pondok Pesantren Modern Diniyah Pasia, di kecamatan Ampek Angkek dan Pondok Pesantren Darul Ulum Al-Falah Jorong Angge Palimbatan Kecamatan Palupuh.

Ia menyebutkan dalam melaksanakan proses belajar menganjar (PBM) seluruh santri, pengajar dan para pengasuh akan menerapakan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.

saat sudah memasuki lingkungan pondok pesantren, santri tidak boleh keluar dari lingkungan pemondokan, bahkan selama pemondokan tidak dibenarkan adanya kunjungan dari orangtua.

“Orangtua yang boleh masuk hanya bagi yang mengantarkan anaknya ke ponpes. Namun, sebelumnya sudah melakukan pengecekan kesehatan dan sudah mengikuti protokol kesehatan,” ujarnya saat dikonfirmasi Jumat (3/7/2020).

Selain itu, pemeriksaan ketat juga dilakukan kepada santri saat hendak memasuki kawasan pondok pesantren, sementara itu bagi santri yang berasal dari zona merah Covid-19  untuk sementara waktu tidak dibolehkan datang ke ponpes.

menurut alasan 2 pondok pesantren melaksanakan PBM tatap muka adalah, santri yang sudah berada di dalam pondok lebih mudah dikontrol secara bersama-sama. ruang gerak santri terbatas sebab tidak terlalu berbaur dengan lingkungan “di pondok pesantren, ruang  gerak santri terbatas. Beda dengan pendidikan sekolah formal lainnya yang proses belajarnya bisa di luar sekolah,” ulasnya.

Lebih lanjut, Kamiri menuturkan banyak perubahan yang terjadi dengan penerapan kenormalan baru dalam masa pandemi Covid-19. Kini setiap santri, pengajar dan pengurus pesantren pun harus mengenakan masker dalam berkegiatan. Santri juga dihimbau untuk rajin mencuci tangan. Setiap pagi, santri juga diajak untuk berolahraga guna menjaga kesehatan tubuh, termasuk juga asupan vitamin yang cukup.

Dalam kegiatan belajar mengajar, santri pesantren pun harus mengikuti aturan tentang social distancing. Pada sistem belajar mengajar, satu meja yang tadinya bisa digunakan dua santri kini hanya dapat dipakai satu santri saja. “Ini kita lakukan agar santri bisa fokus dalam belajar,” jelasnya.

Terkait langkah yang dilakukannya itu, pihaknya pun terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Agam.

(KP-Jen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here