Agam.Komapos.com – Pondok Pesantren Tahfiz Qur’an ,  (PPTQ) Muallimin Pakan Sinayan, Nagari Persiapan Kamang VI Suku, Kamang Magek, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) lakukan Proses Belajar Mengajar (PBM) secara tatap muka pada masa penerapan kenormalan baru (New Normal)

Direktur PPTQ Muallimin Pakan Sinayan Abi Hamdi MS mengatakan, dalam melaksanakan PBM Tatap muka, pihaknya sudah menyiapkan sarana dan prasarana serta mempersaiapkan protokol kesehatan Covid-19.

Untuk melaksanakan PBM Tatap Muka, pihak Pondok Pesantren sudah menyurati Pemda Agam dan mendapat izin dengan syarat mampu mentaati aturan protokol kesehatan Covid-19.

“Tahun ajaran baru ini kita sudah melaksanakan PBM tatap muka dan semuanya dijalankan sesuai protokol kesehatan,” ujarnya saat dikonfirmasi Komapos.com, Senin (20/7).

Dijelaskan Hamdi MS, Saat kembali ke sekolah, wali murid untuk mengantarkan anaknya secara langsung dan harus menggunakan kendaraan pribadi serta tidak boleh berhenti selama dalam perjalanan.

Sesampainya di gerbang sekolah, Siswa dan Orang tua yang mengantar wajib menggunakan masker, mencuci tangan serta memeriksa suhu tubuh.

Dalam proses pengantaran santri ini lanjutnya, orang tua tidak diperbolehkan melihat asrama maupun tempat belajar siswa serta tidak boleh melakukan kunjungan hingga batas waktu yang sudah ditentukan.

“Kita juga meniadakan kunjungan lansung orang tua sementara waktu terlebih sekali yang berasal dari luar daerah. Komunikasi hanya boleh dilakukan dengan cara daring sesuai batas waktu yang diizinkan,” katanya lagi.

Selain itu dari segi sarana dan prasarana, pihaknya juga sudah menyediakan tampat cuci tangan, masker serta alat pengukur suhu tubuh serta siap memameriksa kesehatan santri secara berkala.

Dalam menjalankan protokol kesehatan PPTQ Muallimin Pakan Sinayan bekerja sama dengan Puskesmas setempat, selain itu pondok pesantren juga sudah memiliki klinik dan tim medis sendiri yang nantinya sebagai penanganan awal jika ada gejala.

“Jadi santri yang sudah berada di Pondok pesantren tidak diperkenankan keluar lokasi, serta dibatasi bergaul dengan masyarakat di lingkungan,” tutupnya.

 

(KP-Jen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here