Sabtu, 01 November 2014

facebookTwittergoogle pluslinkedin

Sat Pol PP Agam Pilih Kasih

justiceAgam – Komapost, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Agam dinilai pilih kasih dalam penanganan kasus. Hal itu terlihat jelas dalam kasus dugaan perbuatan mesum oknum PNS dengan sopir oplet, Senin (6/5).

Ketika wartawan hendak minta data peristiwa, dan konfirmasi, ada kesan personil Satpol PP Agam mengelak. Setiap rekan pers yang meminta data mengenai terjaringnya mobil bergoyang, sekitar pukul 12.00 WIB, di Tapian Kandih, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, petugas piket tidak bisa memberikan data, dengan alasan belum di intrograsi atau di proses.

Sehingga, setiap wartawan meminta data ke markas Pol PP selalu jawabannya belum di proses karena Kepala Seksi (Kasi) sedang tidak ada di tempat. Dengan alasan seperti itu, membuat wartawan menunggu selama 2 sampai 3 jam di markas Satpol PP tersebut.

Bahkan ada yang sudah dua sampai tiga kali bolak-balik ke markas Pol PP itu, belum juga bisa diperoleh data terjaringnya pasangan mesum di atas oplet itu. Lagi pula, wartawan sangat memerlukan data tersebut, karena diduga menyangkut perilaku seorang PNS yang berbuat mesum dengan sopir oplet.

Yang membuat para wartawan kesal, ada kesan personil Satpol PP membela oknum yang diduga berbuat mesum tersebut. Ia mengatakan, belum tentu kalau pasangan itu berbuat mesum di atas oplet tersebut, saat dijaring, pintu mobil dan kacanya terbuka. Kalau memang mereka tidak melakukan perbuatan yang tidak senonoh, kenapa Satpol PP menjaring pasangan itu.

“Sebenarnya ada apa di balik semua ini, jika PNS yang terjaring di perlambat prosesnya, tapi jika rakyat badarai yang terjaring, personil Satpol PP Agam selalu menghubungi wartawan, dan selalu mempercepat prosesnya,” katanya warga yang mengaku bernama St. Palimo dengan nada sinis.

Komapost sudah mencoba menghubungi Sekretaris Satpol PP Agam, Aliyas, SH, via ponselnya. Kala itu Aliyas mengaku dalam perjalanan dari Padang menuju Lubuk Basung. Ia mengatakan akan melakukan pengecekan terhadap kasus yang mengecewakan para wartawan dalam kasus “mobil bergoyang” tersebut. Ia juga mengatakan akan menghubungi kembali wartawan Komapost, setelah melakukan pengecekan.

Sayangnya, setelah ditunggu sampai pukul 22.10 WIB, yang bersangkutan tidak pernah menepati janjinya untuk memberikan klarifikasi kasus.

Ada kesan, bila pimpinan tidak ada, seperti Kasatpol PP Drs. Olkawendi Dt. Marahindo, dan Sekretaris Satpol PP Aliyas, SH, unsur staf bisa berbuat seenaknya dalam penanganan kasus.

Kasatpol PP Olkawendi sedang cuti, dan Aliyas sedang ada urusan ke Padang, Senin (6/5). Maka tidak jelas penanganan kasus yang diduga melibatkan salah seorang PNS (guru) dengan sopir oplet tersebut.

“Ada apa di Satpol PP Agam sepeninggal unsur pimpinannya? Bahkan ketika wartawan datang ke kantor personil penegak perda Agam, pasca penangkapan oknum yang diduga berbuat perbuatan tidak senonoh di atas oplet tersebut, yang ditemukan hanya unsur staf, oknum sopir oplet, dan oplet yang diduga untuk berbuat mesum,” ujar MS.Marajo dengan nada tidak puas. (Mzn/Tam)