Senin, 22 Desember 2014

facebookTwittergoogle pluslinkedin

Badai, Risaukan Nelayan Agam

Agam – Komapost, Hujan badai yang sering melanda Kabupaten Agam akhir-akhir ini, menyebabkan nelayan takut melaut.

Bukan saja nelayan di Kecamatan Tanjung Mutiara yang takut melaut, tetapi nelayan di salingka Danau Maninjau memilih tinggal di rumah. Pasalnya, hujan disertai angin kencang membahayakan nelayan di laut dan di perairan Danau Maninjau.

"Hujan disertai badai dahsyat, menyebabkan gelombang menggila di lautan. Kondisi demikian sangat membahayakan nelayan yang melaut," ujar Syawal, ketika ditemui di Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, Minggu (7/4).

Kondisi demikian menyebabkan suplai ikan ke pasar yang adai di Agam, termasuk yang ada di Agam belahan barat jadi berkurang. Harga jual ikan di tingkat pedagang pengecer di pasar-pasar jadi melangit.

"Harga ikan laut melangit akhir – akhir ini, dan sulit memperoleh ikan berkualitas bagus," ujar seorang pemilik rumah makan di Tiku, Mul.

Biasanya Mul memperoleh pasokan ikan dari pedagang langganannya. Akhir-akhir ini sudah sulit mendapat pasokan ikan karang, dan jenis berkualitas lainnya. Harga pun melejit sampai Rp60 ribu/kg.

Di Pasar Padang Baru Lubuk Basung, Minggu (7/4), los penjual ikan nampak agak sepi dari ikan laut. Harga pun melejit dari hari pasal pekan sebelumnya.

"Tidak banyak ikan laut, harga pun mencekik," ujar beberapa ibu-ibu, ketika ditemui di pasar itu, Minggu (7/4).

Namun ikan keramba jala apung (KJA) jenis nila cukup banyak tersedia di Pasar Padang Baru Lubuk Basung. Harga pun stabil. Tetapi rinuak dan bada tidak sebanyak pekan lalu, sebelum hujan badai melanda kawasan Maninjau. (Mzn)